BATAM (gokepri) – Kota Batam masuk daftar kota di Indonesia yang paling diincar investor asing sepanjang 2023. Menjadi satu-satunya kota di wilayah Sumatera di antara peringkat 10 besar.
Batam berhasil menarik investor asing untuk berinvestasi dalam berbagai sektor. Menurut data yang dirilis Good Stats di situs goodstats.id, berdasarkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA), Batam masuk dalam 10 kota paling diincar investor asing sepanjang tahun 2023. Datanya mengacu laporan realisasi investasi yang dirilis Kementerian Investasi/BKPM.
Total realisasi penanaman modal asing di Batam mencapai USD596 juta atau sekitar Rp9,74 triliun. Lantas, apa saja daftar kota lain yang menjadi incaran investor asing sepanjang 2023? Berikut daftar selengkapnya seperti dikutip dari akun Instagram goodstats.id:
1. Jakarta
Jakarta berada di peringkat pertama dengan total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di 2023 mencapai USD4,83 miliar atau sekitar Rp74,46 triliun.
2. Cilegon
Sementara total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Cilegon di 2023 mencapai USD2,49 miliar.
3. Tarakan : USD802 juta
4. Batam : USD596 juta
5. Tangerang : USD474 juta
6. Bandung : USD282 juta
7. Balikpapan : USD245 juta
8. Bekasi : USD232 juta
9. Semarang : USD220 juta
10. Surabaya : USD201 juta
Batam Motor Penggerak Ekonomi Kepri
Pertumbuhan investasi Batam mengalami peningkatan yang luar biasa sepanjang tahun 2023 lalu. Kementerian Investasi RI mencatat realisasi investasi di Batam meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya.
Bahkan, nilai tersebut memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi di Kepri secara keseluruhan. Batam menjadi daerah dengan sumbangan investasi terbesar yang mencapai 77,5 persen.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak atas pencapaian tersebut. Menurut Muhammad Rudi, pertumbuhan investasi yang positif dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kebangkitan ekonomi Batam dan Kepri.
“Peningkatan nilai investasi di Batam butuh stimulus agar terus tumbuh positif. Peningkatan nilai investasi akan memberikan multiplier effect yang besar bagi ekonomi masyarakat,” ujar Rudi, Selasa (16/4/2024).
Muhammad Rudi mendorong seluruh pihak untuk tidak memperlambat pemberian izin investasi. Dengan terbukanya lahan investasi baru, kata Rudi, maka peluang untuk terbukanya lapangan kerja cukup besar.
Sehingga, serapan terhadap tenaga kerja lokal pun meningkat. “Saya optimis, nilai investasi tahun 2024 akan kembali naik. Yang terpenting, kemudahan perizinan dan kualitas pelayanan harus terus dijaga,” tambahnya.
Optimisme orang nomor satu di Kota Batam tersebut beralasan. Dari total 31 kawasan industri di KPBPB Batam, sebanyak 6 kawasan memiliki luas mulai dari 50 sampai 320 hektare dari total luas lahan peruntukan industri yang mencapai 1660,9 hektare atau 4 persen dari luas Batam.
Melalui kegiatan industri yang terus bangkit, khususnya kegiatan manufaktur dan jasa, maka potensi peningkatan nilai investasi Batam pada tahun 2024 cukup besar.
“Investasi tumbuh baik maka ekonomi pun akan bangkit. Ini yang mesti kita upayakan bersama-sama dengan menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif,” tutup Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Candra Gunawan









