KARIMUN (gokepri.com) – Fenomena alam pasang atau banjir rob mulai menghantam pemukiman warga yang mendiami wilayah pesisir Pulau Karimun Besar, Sabtu 6 Desember 2025.
Banjir rob atau bagi masyarakat tempatan dikenal dengan ‘Pasang Keling’ ini mulai terjadi sekitar pukul 09.50 WIB.
Secara perlahan, air laut mulai naik dan menyentuh pemukiman warga. Sejumlah titik yang terdampak banjir rob ini mulai dari kawasan Puakang hingga ke pesisir Kecamatan Meral.
“Pasang keling ini sudah rutin kami rasakan tiap tahun,” ujar Erna, warga Telaga Tujuh, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun.
Kata Erna, pasang keling ini biasanya terjadi pada bulan November, Desember dan Januari setiap tahun.
Pasang keling biasanya berlangsung selama tiga hari pada puncak tertinnginya. Kemudian, secara perlahan-lahan kembali surut pada hari berikutnya.
“Ini hari pertama, biasanya air tidak terlalu tinggi. Besok biasanya makin tinggi hingga hari ketiga. Kemudian, kembali surut hingga normal,” ungkapnya.
Rumah Mak Nah dan tetangga lainnya di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral juga diterjang Pasang Keling.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mak Nah sudah terbiasa dengan fenomena alam tersebut.
“Sudah biasa. Dari saya masih kecil-kecil sudah seperti ini. Jadi tak ada yang aneh lagi,” kata Mak Nah.
Rumah Mak Nah yang hanya sekitar 10 meter dari Jalan Raya Meral-Karimun persis berada di pinggir sungai Gang Awang Noor. Jadi ketika pasang rob datang, maka air laut akan menyatu dengan air sungai, sehingga banjir akan semakin tinggi.
Kendati begitu, debit air tidak sampai masuk ke dalam rumahnya. Air hanya menggenangi teras bagian depan dan samping rumah.
“Air tak masuk ke rumah, cuma sampai teras ini saja,” katanya.
Penulis: Ilfitra







