Bakamla Tangkap Kapal Tanker Iran dan Panama, Dibawa ke Batam

Bakamla tangkap kapal tanker
Dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama yang diamankan Bakamla di perairan Pontianak, Kalimantan Barat. (Humas Bakamla)

Batam (gokepri.com) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap kapal tanker MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama di perairan Kalimantan. Dua kapal itu diduga melakukan transfer bahan bakar secara ilegal.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla, Kolonel Wisnu Pramandita mengatakan, kapal tanker yang disita di perairan lepas provinsi Kalimantan itu dikawal ke Pulau Batam di Provinsi Kepulauan Riau untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kapal tanker, pertama kali terdeteksi pada 5:30 pagi pada 23 Januari dan menyembunyikan identitas mereka dengan tidak menunjukkan bendera nasional mereka, memutar sistem identifikasi otomatis dan tidak menanggapi panggilan radio,” kata pernyataan itu.

“Ada tumpahan minyak di sekitar MT Freya.”

|Baca Juga: Aksi Manuver Warnai Penangkapan Kapal Taiwan di Natuna

Wisnu mengatakan dua kapal itu terpantau oleh KN Marore-322. Saat itu KN Marore memang tengah melakukan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri.

KN Marore tak sengaja mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan sekitar pukul 05.30 WIB. KN Marore lantas mendekati titik radar di perairan Pontianak tersebut.

“Komandan KN Marore-322 memerintahkan untuk bergerak mendekati kontak dengan kecepatan 16 knot,” ujar Wisnu.

|Baca Juga: Rusak Mesin, Kapal Vietnam Terobos Perairan Natuna

Menurutnya, kedua kapal itu diduga melakukan transfer BBM illegal. Dua kapal tersebut juga diduga sengaja menutup lambung kapal dengan kain untuk membohongi aparat penegak hukum Indonesia.

Wisnu menyebut awak KN Marore-322 lantas melakukan kontak radio terhadap kedua kapal tersebut untuk mengonfirmasi keberadaannya di perairan Pontianak. Namun, tak mendapat respons dari kedua kapal tanker tersebut.

Menurut Wisnu, anggota Bakamla langsung mendekat untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dugaan awal, kedua kapal tanker melanggar hak lintas transit pada ALKI I dengan keluar dari batas 25NM ALKI.

|Baca Juga: Selat Malaka Makin Rawan, 97 Kali Pembajakan Kapal Laut sepanjang 2020

Sebagai gambaran, Organisasi Maritim Internasional mengharuskan kapal menggunakan transponder untuk keselamatan dan transparansi.

Kru bisa mematikan perangkat jika ada bahaya pembajakan atau bahaya serupa.

Tetapi transponder sering kali ditutup untuk menyembunyikan lokasi kapal selama aktivitas terlarang.

Adapun Iran mengirim kapal MT Horse ke Venezuela tahun lalu untuk mengirimkan 2,1 juta barel kondensat Iran.

(Can)

Sumber: Reuters

BAGIKAN