Badai Melanda Kepri, Satu Tewas dan Tujuh Terluka

hujan badai batam
Pohon tumbang di Batam, 17 September 2024. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – BPBD Kepulauan Riau mendata kerusakan akibat badai yang melanda wilayah tersebut. Laporan sementara menyebut satu orang meninggal dan tujuh luka ringan di Batam. Angin ribut menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk tumbangnya pohon dan billboard, serta merusak boat yang menyebabkan kecelakaan di perairan Pulau Pekasih.

Kepala Pelaksana BPBD Kepri, Muhammad Hasbi, mengatakan pihaknya masih menunggu data rinci mengenai titik-titik terdampak angin ribut di sejumlah wilayah Kepri. Hasbi menjelaskan badai menyebabkan angin kencang dan hujan deras yang mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur dan beberapa daerah terisolasi. Saat ini, BPBD hanya memiliki data mengenai rumah-rumah yang terdampak angin ribut dan telah menerima bantuan sembako serta bantuan lainnya.

“Di Tanjung Pinang, ada 12 rumah terdampak. Untuk Bintan dan Kabupaten lainnya, pendataan masih berlangsung. Perkiraan kami, jumlah rumah yang terdampak bisa mencapai ratusan,” ujar Hasbi melalui telepon pada Rabu, 18 September 2024.

HBRL

Mengenai data untuk Kota Batam, Hasbi mengaku kesulitan karena belum adanya BPBD di Kota Batam. Ia berharap pendataan dilakukan oleh Tagana dan Basarnas Tanjungpinang.

“Data yang kami terima untuk Batam mencatat satu orang meninggal dan tujuh luka ringan. Data ini berasal dari Basarnas. Batam menghadapi kesulitan karena belum ada BPBD di kota tersebut,” tambahnya.

hujan badai di kepri
BPDP Kepri meninjau warga pesisir di Batam, 18 September. Foto: istimewa

Humas Basarnas Batam melaporkan satu korban bernama Sumani (38) meninggal dunia akibat cuaca ekstrem di Kota Batam sejak Selasa (17/9/2024) sore. Selain itu, tujuh orang lainnya mengalami luka ringan. Semua korban adalah penumpang boat yang mengalami kecelakaan akibat angin ribut di perairan Pulau Pekasih, Kecamatan Belakang Padang, sekitar pukul 18.00 WIB pada Selasa sore.

Boat tersebut berangkat dari pelabuhan Tanjung Riau menuju Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. “Boat yang melintas di perairan Pekasih diterjang angin ribut sangat kencang, sehingga mengalami karam dan terbalik,” kata Humas Basarnas.

Baca: Kapal Pancung Tenggelam di Belakangpadang, Satu Meninggal dan Lima Selamat

Seluruh korban kemudian mendapatkan pertolongan dari nelayan setempat dan dievakuasi menuju Pulau Pekasih, Kelurahan Pulau Terong. Korban meninggal yang merupakan warga Kabupaten Karimun dijemput oleh keluarga dan dipulangkan menggunakan armada Basarnas.

Selain itu, beberapa fasilitas juga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda Batam. Salah satunya adalah billboard yang menimpa mobil di kawasan Simpang Martabak Har Nagoya, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Beberapa pohon juga tumbang di berbagai titik seperti Kecamatan Sekupang, Mukakuning, Tanjung Piayu, dan Punggur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait