Awal Mula Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Ilustrasi bermaaf-maafan saat lebaran.

Jakarta (gokepri.com) – Momentum hari raya Idul Fitri selalu identik dengan ucapan saling memaafkan.

Ucapan maaf itu ada yang disampaikan secara langsung maupun melalui kartu ucapan dan sekarang menggunakan media sosial.

Kalimat ucapan maaf yang lazim disampaikan adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim.”

HBRL

Apa arti dan sejarah kalimat tersebut diucapkan saat hari raya Idul Fitri?

Guru Besar Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Syamsul Bakri menjelaskan awal mula ungkapan hari raya itu.

Kata Syamsul, kalimat “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim” mengandung arti “Semoga Allah menerima ibadah kami dan ibadah kamu semua.”

Doa tersebut juga merupakan ungkapan Idul Fitri yang telah ada sejak era Nabi Muhammad SAW.

“Jadi doa atau ucapan Idul Fitri itu dulu aslinya pas era Nabi itu Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim,” ujar Syamsul.
Kemudian, lanjut dia, ungkapan tersebut ditambah dengan kullu ‘ammin wa antum bi khair yang berarti, “Semoga setiap tahun dalam kondisi baik”.

Baru lah di Indonesia berkembang doa ja’alanallaahu minal aidin wal faizin atau yang lebih familiar penggalannya yakni minal aidin wal faizin.

“Tapi lama-lama kok diartikan minal aidin wa faizin lalu mohon maaf lahir batin. Tidak tahu kenapa tiba-tiba begitu. Itu kalimat sambungan dan bukan artinya,” katanya. (*)

sumber: kompas.com

Pos terkait