Batam (Gokepri.com) – Pelancong di Bali harus menyiapkan uang tunai atau menggunakan pembayaran online karena semua ATM dinonaktifkan dari jaringan internet selama Hari Raya Nyepi.
“Demi memperingati Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 14 Maret, ATM di Bali offline,” ujar Trisno Nugroho, Kepala Bank Indonesia Bali, kemarin.
Mesin ATM di provinsi ini mulai offline bertahap sejak siang Hari Raya Nyepi dan kembali normal pada pukul 7 hari Senin. Tapi jangan khawatir karena mobile banking atau internet banking masih bisa digunakan.
Sementara data seluler juga turut offline selama peringatan, masyarakat di Bali tetap bisa menggunakan jaringan Wi-Fi.
Selain ATM, PT Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (PLN-UID) Bali menyatakan listrik di Bali saat perayaan Hari Suci Nyepi 2021 di kawasan Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung akan padam total.
Manajer Komunikasi PLN UID Bali, Made Arya di Denpasar, Sabtu, mengatakan pemadaman di kawasan Pulau Nusa Penida, Bali, dilakukan selama 24 jam pada 14-15 Maret 2021 mulai pukul 06.00 Wita hingga hari Senin pukul 06.00 Wita.
Made Arya mengatakan pemadaman listrik di Nusa Penida atas permintaan desa adat setempat. Langkah ini dilakukan dalam upaya perayaan Hari Suci Nyepi agar khusyuk di kawasan pulau tersebut.
Sedangkan di Bali secara umum, saluran listrik tetap menyala. Namun untuk penerangan jalan raya di kabupaten dan kota dilakukan dengan kebijakan masing-masing daerah kabupaten/kota. Biasanya lampu jalan kemungkinan dipadamkan mulai pukul 10.00 Wita pada 14 Maret 2021 secara serentak.
Made Arya lebih lanjut mengatakan terkait kesiapan atau antisipasi PLN saat perayaan Hari Suci Nyepi, dalam melakukan pemeliharaan dan penanganan tetap menyiagakan jika terjadi gangguan secara mendadak.
“Ketika terjadi gangguan, tidak semua gangguan petugas turun ke lapangan. Kalau bersifat gangguan biasa hanya meminimalkan daerah padam. Kalaupun turun petugas kami akan dibekali surat dispensasi dan didampingi pecalang,” ujarnya.
Made Arya lebih lanjut mengatakan penurunan beban puncak saat Hari Suci Nyepi diprediksi terjadi penurunan beban puncak sekitar 531 MW dari beban biasanya sebesar 900 MW atau terjadi penurunan 4,2 persen. Kalau kondisi normal, turunnya 35-40 persen.
“Penurunan beban daya listrik saat Nyepi sudah biasa setiap tahunnya karena pada perayaan pergantian tahun baru (saka) bagi umat Hindu di Bali ditandai dengan Catur Brata Penyepian, yakni tidak bepergian, tidak bersenang-senang, tidak bekerja dan tidak menyalakan api atau lampu,” katanya.
Hari Raya Nyepi adalah tradisi umat Hindu untuk merayakan Tahun Baru Saka. Peringatan ini dijalankan dengan berpijak dalam keheningan, tanpa suara. Kesepian dan kensunyian diletakkan di tengah-tengah kebisingan kota.
Masyarakat Hindu menunjukkan tentang makna pencarian manusia akan kesepian, kesunyian dan kelengangan. Manusia sewaktu-waktu butuh menyepi, menyendiri dan merenung tentang tempatnya di semesta. Tentang hubungan antarmanusia, tentang hubungannya dengan Sang Pencipta. (Can)









