Batam (Gokepri.com) – Amerika Serikat mengimpor makanan laut atau seafood senilai USD2,4 miliar (Rp34,6 triliun) termasuk ikan yang ditangkap secara ilegal pada 2019. Hasil laporan U.S. International Trade Commission.
Komisi perdagangan itu merilis hasil laporan mengejutkan tersebut pada Kamis 18 Maret 2021. Komisi perdagangan menyelidiki aksi impor ini setelah diminta US House Ways and Means Committee pada Desember 2019.
Dilansir dari Reuters.com, laporan mereka juga menyimpulkan jika impor makanan laut ilegal yang tak memenuhi IUU (illegal, unreported and unregulated (IUU) termasuk penyelundupan mampu meningkatkan total pendapatan industri perikanan AS hingga USD60,8 juta. Dengan kajian itu pula, industri perikanan AS akan paling diuntungkan terutama komoditas udang, salmon, tuna dan cumi-cumi jika impor ilegal ini bisa dihentikan.
Komisi Perdagangan Internasional AS menemukan lebih dari 13 persen impor makanan laut yang masuk ke AS adalah hasil tangkapan ilegal. Negara-negara pengirim disebut dalam laporan itu, yakni Cina, Rusia, Meksiko, Vietnam dan Indonesia. Negara-negara ini menjadi kelompok pengirim seafood dan ikan yang ditangkap secara ilegal ke AS.
Sementara itu, laporan tersebut mencatat Kanada, menjadi pengekspor makanan laut terbesar ke Amerika Serikat dengan berisiko rendah ikannya ditangkap secara ilegal.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa makanan laut sering digunakan untuk membuat tepung ikan untuk mendukung akuakultur, dengan hampir 9 persen dari berat panen makanan laut hasil budidaya yang diimpor ke Amerika Serikat diberi makan dengan komoditas perikanan turunan dari aturan penangkapan ikan secara ilegal.
Pelanggaran IUU dapat berasal dari banyak sumber, termasuk kapal yang menangkap ikan di daerah atau selama musim di mana mereka tidak diizinkan, memanen makanan laut yang melebihi kuota, salah melaporkan volume tangkapan atau menangkap ikan dengan peralatan atau metode yang tidak diizinkan, kata panel tersebut.
“Terlalu banyak makanan laut ilegal yang masuk ke piring makan kami dan lebih banyak yang harus dilakukan,” Ketua U.S. House Ways and Means Committee Richard Neal mengatakan dalam sebuah pernyataan tentang laporan tersebut, menambahkan bahwa pelacakan yang ditingkatkan dari rantai pasokan makanan laut AS diperlukan. (Can)
Sumber: Reuters.com






