Karimun (gokepri.com) – Puncak arus mudik dari pelabuhan laut Tanjungbalai Karimun diprediksi terjadi pada 7-8 April dan arus balik terjadi pada 13-14 April 2024.
Arus mudik dari Karimun tahun ini diprediksi terjadi peningkatan hingga 10 persen dengan kisaran 212 ribu penumpang.
Informasi itu disampaikan Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Supendi usai apel kesiapan penyelenggaran angkutan laut lebaran terpadu 2024.
Sebagai gambaran, arus mudik pada 2022 sebanyak 112.438 orang, kemudian 2023 sebanyak 192.729 orang.
“Untuk tahun ini, kami memprediksi terjadi kenaikan hingga 10 persen dengan jumlah penumpang sekitar 212 ribu orang,” ujar Supendi.
Kata Supendi, pihaknya telah menyiapkan sejumlah armada untuk mengangkut masyarakat yang hendak melaksanakan mudik lebaran ke kampung halaman.
Supendi merinci, armada yang sudah siap itu diantaranya 1 unit KM Kelud dari PT Pelni, 1 kapal perintis, 48 unit armada kapal cepat dari agen pelayaran dan 2 unit armada patroli kelas 3 serta 6 unit armada kelas 5.
“Posko arus mudik ini akan dimulai sejak 26 Maret hingga berakhir pada 26 April 2024,” jelasnya.
Apel kesiapan penyelenggaran angkutan laut lebaran terpadu 2024 tersebut ditandai dengan pemasangan pita secara simbolis kepada petugas yang terlibat dari berbagai instansi terkait.
Usai apel, Kepala KSOP Karimun bersama unsur pimpinan instansi vertikal meninjau kondisi penumpang kapal dan kesiapan serta kelaiklautan kapal pengangkut penumpang.
“Semua armada kapal dalam keadaan laiklaut untuk melayani penumpang mudik,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








