LONDON (gokepri) – Juara bertahan Arsenal mengawali musim dengan kemenangan meyakinkan. Debut Christos Tzolis memberi tambahan energi pada tim yang ingin mengakhiri penantian 91 tahun untuk mempertahankan gelar.
Arsenal tidak memberi waktu kepada Coventry City untuk berharap banyak pada laga pembuka Liga Primer. Tiga gol yang tercipta sebelum pertandingan memasuki satu jam permainan menjadi penanda awal bahwa juara bertahan itu kembali dengan ambisi yang sama: mempertahankan gelar.
Kai Havertz membuka keunggulan pada menit ke-15. Bukayo Saka kemudian menggandakannya sebelum Martin Odegaard memastikan kemenangan 3-0 empat menit setelah babak kedua dimulai.
Baca Juga: Wuih! Arsenal dan PSG Akan Diguyur Uang Fantastis
Namun, perhatian terbesar di Emirates Stadium tertuju kepada pemain baru Arsenal, Christos Tzolis. Pemain sayap asal Yunani itu belum mencetak gol, tetapi perannya terlihat jelas dalam dua gol pertama.
Tzolis ikut merebut bola dalam proses gol Havertz. Delapan menit kemudian, ia mengirim umpan silang mendatar yang gagal diamankan kiper Coventry Carl Rushworth. Saka memanfaatkan bola muntah itu untuk mencetak gol kedua.
Sepanjang pertandingan, Tzolis terus bergerak dari sisi kiri, bergantian menusuk dari luar dan masuk ke tengah. Beberapa kali ia melewati pemain bertahan Coventry dan menciptakan peluang sebelum digantikan Eberechi Eze pada menit ke-76.
Pendukung Arsenal memberikan tepuk tangan ketika Tzolis meninggalkan lapangan.
“Dia luar biasa. Dia memainkan pertandingan yang sangat bagus,” kata kapten Arsenal Martin Odegaard. “Dia sangat lincah, sulit dijaga, dan pemain yang cerdas. Dia selalu melihat situasi dan menemukan umpan yang tepat.”
Bagi Mikel Arteta, bukan hanya skor yang penting. Cara Arsenal mengendalikan pertandingan menjadi tanda yang lebih menggembirakan setelah klub menghabiskan musim lalu dalam persaingan ketat di papan atas.
“Banyak hal yang bisa kami sukai dari penampilan ini dan tentu saja hasilnya sangat bagus,” ujar Arteta. “Cara kami memulai pertandingan dengan dominasi, kejelasan, pemahaman, dan aliran permainan sangat mengesankan.”
Arsenal menguasai pertandingan sejak awal. Coventry, yang kembali ke Liga Primer setelah 25 tahun, lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan melalui serangan balik.
Tim tamu sempat mengancam menjelang turun minum. Loum Tchaouna melepaskan tendangan salto yang membuat kiper David Raya harus bergerak cepat. Tetapi peluang itu tidak mengubah jalannya pertandingan.
Arsenal justru memperlebar jarak tak lama setelah jeda. Odegaard mencetak gol ketiga melalui penyelesaian yang sempat mengenai kakinya sebelum mengecoh Rushworth.
Setelah itu, Arsenal masih menghasilkan sejumlah peluang. Coventry baru mendapatkan kesempatan terbaiknya pada lima menit terakhir ketika Jack Rudoni berdiri tanpa kawalan di depan gawang. Sundulannya terlalu lemah dan mudah diamankan Raya.
Kemenangan ini memiliki arti lebih besar bagi Arsenal karena mereka sedang mencoba melakukan sesuatu yang belum berhasil dilakukan klub tersebut selama lebih dari sembilan dekade.
Arsenal terakhir kali mempertahankan gelar kasta tertinggi Inggris pada 1935. Mereka juga pernah mencoba mengulang prestasi itu setelah menjadi juara pada musim 2003-2004, tetapi hanya mampu finis kedua di belakang Chelsea pada musim berikutnya.
Kini, Arsenal memasuki musim baru dengan kondisi yang relatif stabil. Arteta tetap memimpin tim, sementara sejumlah pesaing utama seperti Manchester City dan Liverpool mengalami perubahan di kursi pelatih.
Arsenal juga kembali berinvestasi untuk memperkuat skuad. Kehadiran Tzolis memberi gambaran mengenai tambahan kecepatan dan kreativitas yang ingin dibawa Arteta ke dalam tim.
Bagi Coventry, kekalahan telak di kandang Arsenal bukan gambaran keseluruhan musim mereka.
“Bermain di kandang Arsenal tidak akan menentukan musim kami. Yang akan menentukan adalah bagaimana kami mengambil pelajaran dari pertandingan ini,” kata pelatih Coventry Frank Lampard.
Musim baru baru saja dimulai. Tetapi Arsenal sudah mengirim pesan pertama: mereka tidak berniat menyerahkan gelar dengan mudah. REUTERS
Baca Juga: Arsenal Juara Liga Inggris!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









