Apindo Batam: Pelatihan Tenaga Kerja dan Vokasi Semakin Diperlukan

Apindo batam
Ketua Apindo Batam Rafky Rasyid. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Penggunaan teknologi canggih pada sektor industri terutama manufaktur menimbulkan kekhawatiran peran tenaga kerja akan digantikan robot. Perlu berbagai program untuk menghasilkan tenaga terampil.

Dorongan ini datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam yang melihat manufaktur mulai menggunakan robot karena upah di kota ini dianggap relatif tinggi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafky Rasyid menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, salah satunya pergeseran pada pola perekrutan tenaga kerja karena relatif tingginya upah minimum di Batam, maka banyak perusahaan manufaktur yang mulai beralih dari tenaga kerja manusia menjadi capital-intensive atau mengandalkan modal seperti menggunakan robot.

HBRL

Baca Juga: Manufaktur Topang Ekspor Batam, Migas Anjlok 47 Persen

“Artinya di line production itu sudah mulai digantikan dengan posisi posisi yang sebelumnya dikerjakan oleh tenaga kerja manusia, kini digantikan dengan tenaga kerja robot atau tangan robot untuk istilahnya di production itu,” kata dia, Kamis 26 Oktober 2023.

Dengan begitu perlu dilakukan upaya dengan memberikan pelatihan kerja terhadap pencari kerja agar memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Kota Batam. Menurutnya, tenaga kerja dari awal harus disiapkan dengan skill yang dibutuhkan dan pemerintah harus mendorong hal tersebut.

“Baik itu lembaga pelatihan kerja swasta, balai latihan kerja di Batam itu harus disegerakan dan juga perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah vokasi juga harus berperan dan mendorong tenaga kerja ini punya skill yang dibutuhkan di Batam,” ujarnya.

Sektor manufaktur elektronik menjadi serapan tenaga kerja terbanyak di Kota Batam. Rafky Rasyid mencatat bahwa lebih dari 60 persen serapan tenaga kerja berada pada sektor manufaktur elektronik.

Dengan tingginya serapan tenaga kerja pada sektor manufaktur, pihak pemerintah dinilai perlu memberikan perhatian lebih agar dapat menjaga dan meningkatkan perekonomian di Kota Batam.

“Jadi kalau pemerintah ingin menekan pengangguran sebenarnya ya itu cukup dengan mendorong sektor ini (manufaktur) jangan sampai down. Ketika sektor manufaktur itu tetap meningkat, maka itu juga dia akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” kata Rafky.

Investasi Manufaktur

Sektor manufaktur sendiri selalu mendominasi investasi asing yang masuk ke Batam.

Penanaman modal asing (PMA) di Batam sepanjang semester pertama 2023 meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data BP Batam, realisasi PMA atau investasi asing sepanjang semester I 2023 meningkat 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Investasi asing di Kota Batam kembali mengalami peningkatan sepanjang semester I (Januari-Juni) 2023. BP Batam mencatat, perubahan nilai PMA naik 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait, Senin 28 Agustus 2023.

Di sisi lain, jumlah proyek PMA pada semester I 2023 pun naik drastis dengan capaian sebesar 142,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam masih mendominasi realisasi investasi PMA di Kota Batam sepanjang semester I 2023 dengan jumlah 246 proyek dan nilai investasi sebesar USD157,5 juta.

Kemudian pada sektor industri makanan di peringkat selanjutnya, dengan 92 proyek dan nilai investasi sebesar USD47,9 juta serta jasa lainnya dengan 194 proyek dan nilai investasi mencapai USD24,4 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait