BATAM (gokepri) — Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam memperketat pengawasan di pintu masuk internasional. Sebanyak 37 petugas disiagakan di bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV).
Kepala BBKK Batam, Ahmad Hidayat, menjelaskan, petugas disebar di beberapa titik. Di Bandara Internasional Hang Nadim, misalnya, ada 13 petugas. Tujuh petugas berjaga di Pelabuhan Internasional Harbourbay, enam di Pelabuhan Internasional Batam Center, dan 11 di Pelabuhan Internasional Sekupang.
“Petugas berjaga secara bergantian, memastikan tidak ada pos yang kosong,” kata Ahmad di Batam, Rabu 8 Januari 2025.
Petugas di lokasi-lokasi tersebut akan mengambil sampel dari penumpang luar negeri yang menunjukkan gejala influenza. Sampel itu kemudian dikirim ke laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) untuk diuji.
“Sejauh ini, dari pengambilan sampel yang kami lakukan, belum ada yang terjangkit HMPV,” ujar Ahmad.
Ahmad menambahkan, kasus HMPV biasanya meningkat saat pergantian musim. “Seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan, HMPV tidak separah Covid-19 karena jenisnya berbeda. Ini lebih ke arah influenza musiman,” katanya.
Baca Juga:
Virus HMPV Merebak di China, Tak Perlu Panik tapi Waspada
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam juga telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap HMPV, meskipun virus ini belum terdeteksi di wilayah setempat.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi dan promosi di media sosial dan pemberitahuan langsung kepada masyarakat, terutama wisatawan mancanegara dan lokal yang berkunjung ke Batam.
“Seluruh akun media sosial kami dan di puskesmas mulai kami gencarkan. Kami juga menyebarkan imbauan dari Kementerian Kesehatan terkait pencegahan dan penanganan HMPV,” kata Didi di Batam, Selasa 7 Januari 2025. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







