BATAM (gokepri.com) – Pemadaman listrik yang melanda Kota Batam pada Senin (12/10) tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat, tetapi juga berdampak pada kebutuhan dasar warga, termasuk Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang mengaku terpaksa menggunakan air galon untuk mandi karena pasokan air di rumahnya terganggu.
Amsakar mengatakan, pemadaman listrik turut menghentikan aliran air di rumahnya karena pompa air tidak dapat beroperasi tanpa listrik.
“Terus terang, di rumah listrik dan air kedua-duanya juga mati. Itu pakai dua galon karena airnya tinggal air yang atas sana,” kata Amsakar, Jumat.
Ia menjelaskan, gangguan listrik dan air juga menyulitkan komunikasi serta koordinasi dalam penanganan pemadaman. Meski demikian, ia mengaku terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan pemulihan pasokan listrik.
“Semuanya menjadi mungkin karena penyebabnya itu PLN lah yang tahu,” kata dia.
Menurut Amsakar, koordinasi berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Pihaknya juga mengaku tidak lari dari masalah. Justru, pemerintah perlu memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar jelas dan final agar tidak menimbulkan keresahan.
“Ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat pernyataan yang kemudian membuat warga kita semakin resah. Saya ingin semuanya itu jelas, semuanya itu final,” ujarnya.
Amsakar menyebut, pemulihan pasokan listrik sempat mencapai 88 persen berdasarkan informasi yang diterimanya saat itu. Ia juga meminta PLN meningkatkan keandalan layanan agar gangguan serupa tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat.
Menurut dia, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga dunia usaha. Gangguan listrik membuat transaksi nontunai terkendala dan menghambat aktivitas produksi sejumlah pelaku usaha.
Ia menilai, meskipun masyarakat tetap beraktivitas di pusat perbelanjaan dan tempat penginapan, kondisi tersebut belum menggambarkan dampak keseluruhan terhadap perekonomian Batam.
“Untuk soal produksi, barangkali ini akan cukup terganggu. Mereka-mereka ini cukup terganggu,” katanya.
Ia juga menyinggung mekanisme kompensasi yang dimiliki PLN bagi pelanggan terdampak. Namun, besaran kompensasi tersebut perlu diperhatikan karena sebagian masyarakat menilai nilainya belum sebanding dengan dampak yang mereka alami.
Amsakar menegaskan, Pemerintah Kota Batam akan berkoordinasi dengan PLN untuk mendorong peningkatan keandalan pasokan listrik.
Ia mengakui gangguan sistem kelistrikan dapat terjadi, tetapi penanganan dan upaya pencegahan harus terus diperkuat agar dampaknya terhadap masyarakat dan kegiatan ekonomi dapat diminimalkan.
Penulis : Engesti







