Amsakar: Batam Perlu Tambahan Tenaga Honorer Guru, Petugas Kebersihan dan Satpol PP

Karnaval budaya Belakangpadang
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad tampak begitu bahagia saat hadir dalam Karnaval Budaya Nusantara dan Pelepasan Lomba Speedboat di Kecamatan Belakangpadang, Selasa 16 Agustus 2022. Foto: Diskominfo Kota Batam

Batam (Gokepri.com) – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengungkap pentingnya tenaga honorer bagi lembaga seperti instansi pemerintah dan swasta yang kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut dia, tenaga honorer sangat membantu kinerja instansi atau pun swasta agar dapat bergerak membantu pelayanan menjadi lebih baik.

Berdasarkan kacamatanya, banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah kewalahan dalam menjalankan fungsi dari pemerintah daerah yaitu salah satunya dalam hal pelayanan publik yang merupakan fungsi dari Pemerintah Daerah itu sendiri.

“Jadi perlu ditambah tenaga honorer. Di Batam ini jumlah pegawai dan honorer hampir sama lebih kurang total 12 ribu dengan rincian 6 ribu ASN dan 6 ribu honorer,” kata Amsakar Senin 10 Oktober 2022.

Baca juga: Pemko Batam Usulkan 1.004 Guru Honorer Ikut Seleksi PPPK

Memang diakuinya, ketidakmampuan APBD Kota Batam untuk membayar hak tenaga honorer yang masih menjadi kendala. Ia menyebut yang paling dibutuhkan Pemerintah Kota Batam saat ini adalah tenaga honorer guru, Dinas Kebersihan dan Satpol PP.

Sehingga ketiga honorer itu yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Batam yang akan di data.

“Bicara APBD kita ini belum ideal. Maka kita buat akal prioritas untuk tenaga honorer yang benar-benar dibutuhkan,” kata dia.

Sejauh ini pendataan tenaga honorer oleh Pemerintah Kota Batam sudah diangka 100 persen dengan total 5.345 tenaga honor dan 5.803 Jumlah ASN dengan rincian: Guru 2103 PPK 1434, Nakes 890 PPk 39, Umum 2810, PPK 7.

Baca juga: Penerimaan ASN 2022: Guru dan Tenaga Kesehatan Pelamar Prioritas

Pendataan tenaga honorer itu dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/185/M.SM.02.03/2022.

Amsakar menjelaskan pendataan para tenaga non ASN di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk menindaklanjuti penghapusan honorer pada 2023 mendatang.

Ia bilang dengan pengalaman honorer yang cukup lama dirasa penting sebab mereka tak perlu beradaptasi lagi. Ia meminta para tenaga honorer agar mempersiapkan diri agar ketika ada ujian PPPK langsung lulus.

“Semua sudah diatur saya dikit rekapitulasinya sudah pas. Tinggal ikut ujian saja,” kata Amsakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait