Batam (gokepi.com) – Para pencari suaka yang berada di Kepri sampai saat ini belum menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster.
Bahkan, berdasarkan pengakuan mereka masih banyak para pencari suaka yang belum menerima Vaksinasi COVID-19 dosis satu dan dua.
“Banyak dari kami yang belum di vaksin,” kata Ali salah satu pencari suaka asal Afganistan di Kota Batam.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, dalam aturan orang asing tertentu bisa menerima vaksinasi. Namun, belum tahu apakah pencari suaka masuk di dalamnya.
Untuk itu, vaksinasi bagi para pencari suaka di Kepri masih menunggu aturan pemerintah pusat.
“Ya saya belum tahu nanti kalau dapat arahan dari pusat pasti kita berikan dosis satu dua juga belum,” kata Ansar Minggu 16 Januari 2022.
Ansar menyebut, pemerintah Kepri saat ini hanya memberikan bantuan kepada pencari suaka yang memiliki penyakit berat.
“Kalau ada diskresi penyakit-penyakit berat tak mungkin tak kita tangani,” kata Ansar.
Meski begitu, mantan Bupati Bintan itu tak menampik bahwa pencari suaka sering berinteraksi dengan masyarakat sehingga vaksinasi perlu demi menciptakan kekebalan komunal.
“Semoga ada arahan dari pusat. Kita fokus sama di Kepri dulu,” katanya.
Terkait tuntutan para pencari suaka yang ingin dipindahkan ke negara ketiga, Ansar menyebut hal itu merupakan wewenangnya UNHCR dan IOM.
“Kita juga tidak bisa memberikan jaminan dan peluang apa yang mereka minta karena itu kewenangan UNHCR dan IOM jadi bukan kita. Kita sudah berkomunikasi dengan mereka tapi itu bukan kewenangan kami,” tutup Ansar.
(penulis: engesti)








