Agar Anak di Pesisir Batam Mudah Mengakses Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Batam
Sekda Kota Batam Jefridin bersama Kadisdik Batam yang baru, Tri wahyu Rubianto (tengah), saat acara Pisah Sambut Kadsdik Batam, di Golden Prawn, Bengkong, Selasa (16/5/2023). Foto: Dok. Pemko Batam

Batam (gokepri) – Demi memberi kemudahan akses pendidikan bagi peserta didik yang tinggal di wilayah perbatasan, Dinas Pendidikan Kota Batam memperluas jangkauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan kebijakan ini bertujuan untuk memastikan peserta didik yang berdomisili di wilayah perbatasan dan pesisir dapat bersekolah di sekolah-sekolah terdekat.

Tri mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi di mana beberapa peserta didik terpaksa bersekolah jauh dari rumah mereka hanya karena perbedaan kelurahan. Dengan perluasan jangkauan PPDB melalui jalur zonasi, masalah tersebut diharapkan dapat diatasi.

HBRL

Baca Juga: DPRD Batam Wanti-Wanti Penyelewengan Jalur Afirmasi PPDB

“Jadi tidak lagi ada masalah peserta didik harus sekolah jauh padahal depan rumahnya ada sekolah cuma karena beda kelurahan,” kata Tri dalam rakor di DPRD Batam, Rabu 24 Mei 2023.

Dinas Pendidikan mengakui bahwa ini merupakan langkah perluasan cakupan PPDB yang pertama kali dilakukan dan diharapkan dapat mengurangi zona-zona tanpa jangkauan, sehingga tidak ada lagi peserta didik yang tidak diterima oleh sekolah. Tri menegaskan pentingnya agar sekolah-sekolah yang berada di daerah perbatasan siap menerima peserta didik yang tinggal dekat dengan wilayah tersebut.

“Kami mengurangi zona blankspot, jadi tidak ada peserta didik yang tidak diterima oleh sekolah. Jadi daerah yang perbatasan bisa menerima ini,” kata dia.

Meskipun demikian, Tri meminta keluarga yang mampu untuk tidak mendaftar di sekolah negeri. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Batam yang masih menjadi masalah utama. Jumlah lulusan SD dan SMP yang tidak sebanding dengan kapasitas sekolah dikhawatirkan akan menyebabkan keterbatasan kursi.

“Yang jadi masalah sekarang itu daya tampung,” kata dia. Pada tahun ini, jumlah siswa SD yang lulus adalah 21.603 orang. Sedangkan SMP ialah 18.965 orang.

Tri menyarankan salah satu alternatif adalah memilih sekolah swasta di Batam, yang reputasinya terbilang cukup baik. Ia juga meminta agar sekolah-sekolah swasta dapat membuka pendaftaran lebih awal dibandingkan dengan SD dan SMP negeri. Dengan langkah tersebut, diharapkan jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah negeri dapat berkurang, baik melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi, maupun perpindahan orang tua.

“Jumlah siswa tidak seimbang. Pasti akan mempengaruhi jumlah ruang kosong dari level bawah ke atas. Dengan jumlah kursi yang terbatas,” tuturnya.

Dalam situasi di mana jumlah siswa tidak seimbang dengan jumlah kursi yang terbatas, Dinas Pendidikan berharap langkah-langkah ini dapat membantu mengatasi permasalahan ruang kosong di semua tingkatan sekolah.

Dengan perluasan jalur zonasi PPDB, Dinas Pendidikan Kota Batam berharap dapat memberikan solusi bagi peserta didik yang berada di wilayah perbatasan, sambil memastikan bahwa semua siswa di Batam memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait