Batam Butuh Banyak Guru, Perekrutan Lulusan PPG Terganjal Aturan

ppdb sd batam 2024
Kepala Dinas Pendidikan Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Tri Wahyu beri alasan masih merekrut guru honorer meski dilarang dan tidak merekrut guru yang berasal dari lulusan Program Profesi Guru (PPG).

Menurut Tri, kebutuhan guru di Batam sangat banyak, hampir 900 tenaga pengajar. Namun pihaknya belum bisa merekrut lulusan PPG untuk memenuhi kebutuhan guru tersebut.

Selama ini belum ada aturan jelas soal rekruitmen guru yang berasal dari lulusan PPG atau universitas tertentu. Sehingga praktek perekrutan guru honorer di tiap sekolah masih terjadi.

HBRL

Baca Juga: 166 Mahasiswa PPG UMRAH Dilantik Menjadi Guru Profesional

“Kami sudah ada kerja sama dan mereka (universitas) siap mensuplai. Namun yang belum disepakati adalah mekanismenya kemenPAN belum mengizinkan untuk membuka itu,” kata Tri, Rabu 9 Oktober 2024.

Tri mengakui kebutuhan tenaga pendidik di Batam terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Jumlah guru honorer yang dibayar oleh APBD dan guru honorer yang dibayar menggunakan BOSDA mencapai ribuan. Belum lagi jumlah lulusan PPG yang terus bertambah.

“Makanya honorer yang kami rekrut itu jam mengajarnya ditingkatkan sampai 36 jam per minggu. Bahkan ada yang sampai 46 jam,” kata Tri.

Selain itu Tri juga menyesalkan soal kuota guru PPPK di Batam yang hanya 109 orang, padahal kebutuhan banyak.

Tri juga mempertanyakan soal kuota guru PPPK Kota Batam yang hanya 109. Padahal kebutuhan guru di Batam sangat banyak. Belum lagi ada aturan terbaru KemenPAN yang memperbolehkan guru honorer BOSDA bisa mengikuti seleksi PPPK

“Kita ini jatahnya 251, yang direkrut langsung itu ada 109. Tapi ada aturan baru bahwa ada guru honorer BOS yang bisa diikutkan seleksi itu. Nanti sisanya masuk ke teknis,” jelas dia.

Dinas Pendidikan berjanji akan terus melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk memfasilitasi pelatihan untuk guru honorer agar dapat memenuhi standar yang diharapkan. Namun, tantangan dalam rekrutmen dan penyediaan guru berkualitas masih menjadi isu utama yang perlu ditangani.

“Makanya nanti kita tunggu rencana KemenPAN setelah rekrutmen tahun ini apakah dibuka lagi untuk rekrutmen guru,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait