Kekurangan Protein Bisa Sebabkan Anak Stunting, Begini Saran Dokter Gizi

Ilustrasi. Anak sedang makan. Anak-anak dianjurkan mengonsumsi protein yang cukup agar tidak mengganggu tumbuh kembangnya. Foto: Freepik.com

Batam (gokepri.com) – Anak yang kekurangan protein akan berdampak buruk pada tumbuh kembangnya, salah satunya menyebabkan anak menjadi stunting.

“Kurangnya protein dapat memicu gangguan kesehatan, menghambat pertumbuhan, dan bahkan menyebabkan stunting,” kata Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), Senin 7 Oktober 2024.

Tak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, kekurangan protein juga berpotensi melemahkan imunitas anak, menjadikannya lebih rentan terhadap penyakit.

HBRL

Baca Juga: Anak Tak Suka Makan Nasi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Luciana menekankan pentingnya memberikan asupan protein yang cukup, baik dari sumber hewani maupun nabati, sesuai kebutuhan anak.

“Untuk anak batita, sekitar 10 persen dari isi piring sebaiknya berupa protein nabati, sementara untuk balita sekitar 35 persen harus berasal dari protein hewani dan nabati,” jelasnya.

Dia juga menekankan perlunya keseimbangan dalam mengonsumsi protein hewani dan nabati.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2023, rata-rata konsumsi protein hewani dan nabati di Indonesia hanya 62,3 gram per kapita per hari, lebih rendah dibandingkan Kamboja (63,3 gram), Thailand (66,5 gram), Filipina (73,1 gram), Myanmar (78,3 gram), Malaysia (89,1 gram), dan Vietnam (94,4 gram). ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait