BATAM (gokepri.com) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Gustian Riau mengaku curiga ada permainan dalam distribusi elpiji 3 kilogram di Batam.
Kecurigaan tersebut muncul setelah ditemukan sejumlah pangkalan yang menjual gas elpiji ke restoran dan usaha laundry.
“Ada kami temukan beberapa pagkalan yang menjual gas itu ke restoran dan usaha laundry. Kami terus pantau. Jadi mereka itu membeli gas ke pangkalan-pangkalan berbeda. Bayangkan mereka sehari habis 12 tabung,” kata Gustian, Selasa 17 September 2024.
Baca Juga: Polda Kepri Pantau Distribusi Elpiji 3 Kg di Batam
Menurut dia, beberapa pangkalan elpiji seharusnya mendistribusikan gas ke konsumen rumah tangga bukan malah menjualnya ke restoran dan usaha laundry yang biasanya menggunakan gas dalam jumlah besar.
Situasi ini diduga mempengaruhi ketersediaan gas elpiji untuk konsumen rumahan, yang sering kali mengalami kesulitan dalam memperoleh gas subsidi.
“Kami terus usut. Tapi belum kami berikan sanksi hanya berupa teguran. Kami juga sudah menyurati tiap usaha laundry agar tidak menggunakan elpiji. Kalau masih melanggar ada hukumannya. Bisa pencabutan atau penyegelan tempat usaha,” jelas dia.
Selain pihak pangkalan yang menjual elpiji 3 kg ke sektor komersil, Gustian juga mencurigai ada oknum masyarakat yang menimbun dan menjual elpiji tersebut.
“Jadi ada juga warga yang sengaja beli banyak di beda-beda tempat lalu ditimbun dan dijual lagi ke restoran atau laundry tadi. Ini yang menjadi perhatian kami juga,” kata dia.
Disperindag Batam kini tengah menyelidiki praktik distribusi ini dan berencana melakukan tindakan tegas terhadap oknum masyarkat penimbun. Meski begitu, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak panic buying dengan membeli gas elpiji secara berlebihan. Ia menjamin stok elpiji aman sampai 1 Januari 2025.
“Kami punya 1.450 pangkalan semua tabung gas akan kami sebar ke tiap-tiap pangkalan” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









