Polda Kepri Pantau Distribusi Elpiji 3 Kg di Batam

elpiji 3 kg
Warga mengantre untuk membeli elpiji 3 kg di operasi pasar di Kantor Kecamatan Bengkong, Batam, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri.com) – Polda Kepulauan Riau terus memantau distribusi gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di Batam. Hal ini dilakukan agar pendistribusian tepat sasaran.

Kompol Argya Satrya dari Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Kepri mengatakan, pihaknya bersama Disperindag Batam terus mengawasi distribusi gas elpiji 3 kg di tengah masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kelangkaan gas.

“Dari informasi yang kami terima, tidak ada kelangkaan, melainkan keterlambatan pasokan. Sampai saat ini, belum ada laporan dari masyarakat atau hasil giat bersama Disperindag di lapangan,” kata dia, Selasa 17 September 2024.

HBRL

Baca Juga: Polresta Barelang Telusuri Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Batam

Pihaknya juga sedang mengumpulkan data serta informasi untuk menentukan apakah peristiwa ini terkait dengan dugaan tindak pidana yang dapat diproses lebih lanjut.

“Besok kami ada oprasi pasar lagi kami akan pantau,” kata dia.

Sementara, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan pihaknya memastikan distribusi dan stok elpiji 3 kg di Batam dalam kondisi aman dan mencukupi.

Terkait dengan terjadinya informasi masyarakat yang tidak mendapatkan elpiji 3 kg di Batam, ia menjelaskan hal tersebut telah dilakukan evaluasi dan identifikasi terhadap wilayah yang mengalami kendala dalam penyaluran gas bersubsidi.

“Mengenai masyarakat yang tidak mendapatkan elpiji 3 kg merupakan sektoral, beberapa titik saja. Dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan lancar,” kata dia.

Upaya mendorong percepatan pemulihan penyaluran elpiji 3 kg dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tercukupi, Pertamina Patra Niaga SA Kepri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam dan Hiswana Migas telah melakukan penambahan alokasi tahap pertama pada tanggal 16 September 2024, di 3 titik Kecamatan Bengkong dan Kecamatan Batam Kota.

Sementara penambahan alokasi tahap kedua akan dilaksanakan Rabu 18 September 2024 dengan titik lokasi di Kecamatan Batuaji, Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Sagulung.

“Atas inisiasi Disperindag, Pertamina dan Hiswana Migas, kami telah melakukan penambahan alokasi yang dimulai sejak kemarin (16/9/2024), dan berjalan di tiga lokasi dengan total 4.480 tabung dan akan dilanjutkan di Batuaji, Sekupang dan Sagulung,” ujar Satria.

Lebih lanjut, Bagus Handoko, Sales Area Manager Kepri menyatakan bahwa secara keseluruhan pihaknya juga menyalurkan fakultatif tambahan untuk ke seluruh pangkalan di Batam sebanyak 24.080 tabung.

“Silahkan melakukan pembelian elpiji sesuai dengan reguler normal, tidak perlu panik, karena permasalahan di beberapa titik yang terindikasi masalah sudah kami atasi melalui fakultatif dan operasi pasar,” kata Bagus.

Bagus juga menambahkan beberapa waktu lalu (13/9/2024), Pertamina Patra Niaga SA Kepri bersama Disperindag Kota Batam serta Hiswana Migas Kepri, juga melaksanakan Sidak penggunaan gas LPG 3 kg ke sejumlah usaha binatu (laundry) di Batam.

Hasilnya, masih ditemukannya pemilik usaha laundry di Batam yang masih menggunakan gas elpiji 3 kg dalam menjalankan usahanya.

“Ditemukan sekitar 7 usaha laundry aktif menggunakan elpiji 3 kg,” jelas dia.

Untuk diketahui beberapa usaha yang dilarang untuk menggunakan elpiji bersubsidi tertuang dalam surat edaran Direktur Jenderal Migas No.B-2461/MG.05/DJM/2022. Beberapa usaha yang dilarang itu antara lain, hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait