INVESTASI LINKAJA: Grab Tanam Saham Rp1,4 Triliun

investasi linkaja
Ilustrasi - Layanan LinkAja. ANTARA/Vera Lusiana

Jakarta (gokepri.com) – Platform dompet digital pelat merah LinkAja meraup pendanaan USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun dari investasi Grab. Grab tercatat sebagai pemegang saham minoritas.

Dompet digital yang dimiliki kongsi Bank BUMN dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Link Aja, memilih menggandeng layanan berkendara Grab dalam ekosistem perusahaan.

Grab merupakan perusahaan layanan ride hailing asal Malaysia. Perusahaan ini juga menjalankan bisnis pengantaran makanan, tiket, pulsa bahkan layanan kesehatan.

HBRL

PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) mengumumkan investasi Seri B yang dipimpin Grab yang menyepakati total komitmen hingga sekitar USD100 juta yang akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan aplikasi dompet digital itu.

Pendanaan yang merupakan investasi pertama yang diterima dari perusahaan swasta itu juga dilakukan oleh Telkomsel, BRI Ventura Investama, dan Mandiri Capital Indonesia.

“Kami sangat antusias atas bergabungnya Grab sebagai salah satu pemegang saham kami. Kami yakin kerja sama strategis yang didukung oleh investasi dan kekuatan teknologi Grab ini akan memperkuat layanan LinkAja dalam menghadirkan solusi yang efektif untuk memberikan akses ke keuangan dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” kata Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja, dalam keterangan tertulis di Jakarta awal pekan ini.

Baca Juga:

Haryati menuturkan investasi tahapan Seri B dari Grab, Telkomsel, BRI Venture dan Mandiri Capital itu merupakan wujud kepercayaan atas model bisnis dan pencapaian awal yang telah diraih LinkAja dalam satu tahun sejak berdiri.

“Kami pun tentunya senantiasa membuka peluang kolaborasi bagi investor dan partner lainnya dari berbagai sektor yang memiliki visi dan misi serupa untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat Indonesia melalui akselerasi inklusi keuangan dan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan Grab bersama Kementerian BUMN dan BUMN terkait berkomitmen untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup di Indonesia.

Pos terkait