BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyediakan bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta untuk 1.500 mahasiswa di seluruh wilayah provinsi. Program ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan dan meringankan beban biaya kuliah.
Program ini telah berjalan selama dua tahun, dengan harapan dapat meringankan beban biaya pendidikan yang semakin tinggi. Pemprov Kepri juga ingin menciptakan pemerataan akses pendidikan bagi putra-putri di semua kabupaten dan kota.
Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan lebih dari 2.000 mahasiswa telah mendaftar dalam dua bulan terakhir untuk mendapatkan bantuan ini.
“Kami telah menyediakan website khusus agar para calon penerima dapat mengisi formulir secara online. Setelah itu, tim kami di Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) akan menilai berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya di Batam, Sabtu 24 Agustus 2024.
Persyaratan yang harus dipenuhi para calon penerima tidaklah mudah. Mereka harus menyertakan bukti status sebagai mahasiswa aktif, surat keterangan penghasilan orang tua, dan sejumlah dokumen relevan lainnya. Hanya mereka yang memenuhi kriteria yang akan diproses untuk menerima bantuan langsung ke rekening pribadi masing-masing.
“Kalau mereka memenuhi persyaratan maka akan kita proses ke rekening masing-masing. Kami persyaratkan untuk membuat rekening pribadi,” ujarnya.
Baca: Beasiswa Pemprov Kepri Diminati, Pendaftar 2.200 Orang
Gubernur Ansar juga menekankan tahun ini, alokasi beasiswa akan dilakukan secara proporsional untuk memastikan bahwa setiap daerah di Kepri, termasuk Pulau Natuna, Lingga, dan Anambas, mendapatkan kesempatan yang sama.
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan adil. Baik mahasiswa yang berasal dari Batam maupun dari daerah lain harus memiliki akses yang sama terhadap program ini,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Provinsi Kepri berharap dapat memberikan dampak yang signifikan bagi para mahasiswa, sekaligus memperluas jangkauan bantuan secara merata di seluruh wilayah provinsi. Keadilan dalam akses pendidikan menjadi prioritas utama, agar setiap anak bangsa dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala oleh kesulitan finansial. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









