Melek Digital, UMKM Kepri Siap Tembus Pasar Global

UMKM Kepri
Pembukaan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2024 di Batam, 15 Agustus. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) – Bank Indonesia Kepulauan Riau kembali menggelar Gebyar Melayu Pesisir untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal dan budaya Melayu di daerah pesisir.

Melalui acara ini, BI Kepri mendorong para pelaku UMKM di Kepulauan Riau agar lebih memahami dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan mempromosikan produk mereka.

Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp10 miliar, dengan melibatkan sekitar 80 UMKM dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.

HBRL

Kepala BI Kepri, Suryono, menegaskan pentingnya digitalisasi dalam memajukan sektor ekonomi dan pariwisata. Ia mengimbau para pelaku UMKM di Kepulauan Riau untuk lebih melek digital guna memperluas jaringan pasar dan mempromosikan produk mereka secara lebih efektif.

“Acara ini bertujuan untuk mendorong kemajuan UMKM agar lebih berkembang di era digitalisasi,” ujar Suryono, saat pembukaan GMP 2024 di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Batam, Kamis, 15 Agustus 2024.

Menurut Suryono, digitalisasi mempermudah berbagai urusan, terutama dalam hal transaksi. BI Kepri juga aktif mengadakan pelatihan bagi UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital.

“Digitalisasi membuat segalanya lebih mudah dan membuka peluang yang lebih luas,” tambahnya.

Suryono menjelaskan kegiatan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) disinergikan dengan Pekan QRIS Nasional, kampanye Cinta Bangga Rupiah, dan program perlindungan konsumen. Sebelumnya, rangkaian acara GMP telah dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, melibatkan sejumlah UMKM setempat.

Baca: Sukses Besar Tanjungpinang Fest 2024, Pengunjung Membludak dan Laris Manis Produk UMKM

“Acara ini juga menampilkan GMP Expo, pembayaran digital, seminar, bazar kuliner, dan berbagai perlombaan,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, BI Kepri menargetkan perputaran uang mencapai lebih dari Rp10 miliar. “Tahun lalu, perputaran uang mencapai Rp10 miliar. Tahun ini, kami berharap lebih dari itu, karena hingga saat ini sudah tercatat Rp7 miliar. Ada 80 UMKM yang terlibat dari berbagai daerah,” kata Suryono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait