PANNA, India (gokepri) – Kisah bak dongeng terjadi di India tengah. Seorang buruh serabutan bernama Raju Gond menemukan berlian 19,22 karat senilai hampir USD100.000 (Rp1,6 miliar). Penemuan ini mengubah hidup keluarganya secara drastis.
Pria berusia 40 tahun ini sehari-hari berjibaku dengan hidup. Dari ladang ke ladang, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, ia berjuang menghidupi keluarga besarnya. Ia biasanya dapat uang sehari senilai USD4 atau setara Rp65.000.
Baca: Tips Memilih Perhiasan Berlian Agar Tidak Rugi
Untuk menambah pemasukan, ia dan adiknya terkadang ikut menambang berlian di lahan pemerintah seluas 64 meter persegi. Kalau nasib bagus, penghasilannya bisa naik dua kali lipat sekitar USD9,5 atau setara Rp154.000.
Pada 24 Juli lalu, takdir mempermainkan nasib. Saat menggali, Gond menemukan sebuah batu yang memancarkan kilau berbeda. Semakin dibersihkan, batu itu semakin terang. “Saya tahu itu berlian!” serunya di rumahnya di distrik Panna, India.
Dengan jantung berdebar, ia dan adiknya bergegas pulang dengan sepeda. Jarak dari lahan tambang di Krishna Kalyampur ke rumahnya sekitar 11 kilometer. Sampai di rumah, mereka mengabarkan kabar mereka mendapat berlian. Mereka melompat-lompat dan saling berpelukan bahagia.
Batu itu kemudian diperiksa oleh kantor ahli berlian lokal di Panna. Gond membawa serta sang Ibu. Hasilnya mengejutkan: berlian putih 19,22 karat senilai hampir Rp1,6 miliar.

Anupam Singh, ahli berlian setempat, memastikan batu itu adalah berlian putih 19,22 karat, bernilai sekitar Rp1,6 miliar. Singh menambahkan, Panna memang dikenal sebagai kawasan penghasil berlian. Berlian besar pernah ditemukan di sana, seperti yang sebesar 54,55 karat pada 1961 dan 42 karat pada 2018. Pada awal 2024, juga ditemukan berlian tapi ukuran lebih kecil.
Keberuntungan Gond juga dipengaruhi musim hujan. Dua bulan lalu, hujan deras mengganggu banyak pekerjaan. Alih-alih menganggur, keluarga Gond memilih mencari berlian.
Untuk mendapatkan izin menambang, mereka harus mengisi formulir, membayar biaya, dan menyerahkan foto identitas. Pemerintah mengawasi aktivitas penambangan dan mengambil sebagian keuntungan dari hasil temuan.
“Saya harus bayar 800 Rupee (Rp208.000) ke pemerintah,” sebut Gond. “Setelah kami selesai mencari (berlian di sana), kami akan mengajukan lagi di lahan lain.”
Berlian yang ditemukan akan dilelang setelah nilainya mencapai Rp5,5 miliar. Gond baru akan menerima pembayaran setelah itu. Saat ini, nilai berlian yang dikumpulkan baru setengahnya.
Singh menjelaskan Pemerintah setempat memberikan izin kepada warga untuk menggali berlian di tambang dangkal. Namun, ada aturannya. Negara mengambil bagian 11,5 persen dari hasil penjualan sebagai royalti, ditambah pajak. Sisanya menjadi milik penemu.
Kantor berlian akan melelang batu-batu mulia setelah terkumpul berlian senilai USD360.000 (Rp5,8 miliar). Gond harus menunggu hasil lelang untuk menerima bagiannya. “Sekarang, sudah terkumpul separuhnya,” sebut Singh.
Merencanakan Masa Depan
Keberuntungan ini mengubah hidup Gond dan keluarganya. Ia berencana melunasi utang, menyekolahkan anak-anak, dan membangun rumah.
Gond sudah membuka rekening bank dan menunggu uang hasil lelang berliannya masuk ke rekening. “Hidup kami berubah selamanya,” sebut Gond.
“Hal pertama yang akan saya lakukan adalah membayar utang USD6.000 (Rp97.8 juta). Lalu menyekolahkan anak-anak, bangun rumah dan membeli lahan, dan mungkin (beli) traktor.”
Belakangan, ungkap Gond, ia kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia menghidupi kedua orang tuanya, istri, tujuh anak dan keluarga dari dua adiknya.
Saat dia tumbuh dewasa, Gond kerap mendengar kisah dari ayah dan kakeknya tentang orang-orang yang menemukan berlian di lahan Panna dan hal itu mengubah nasib mereka.
Dua hari setelah Gond dan adiknya menemukan berlian, mereka kembali mencari berlian di lahan tambang. “Kami bangun lebih pagi dan langsung mencari lagi,” ujar Gond. CNN
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








