Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti memaparkan beragam strategi dan pengembangan pariwisata Kepulauan Riau kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin 29 Juli 2024.
Rombongan dari Provins iSumbar ini melakukan studi komperatif ke Negeri Segantang Lada. Kedatangan rombongan ini disambut hangat oleh pihak Dispar Kepri di ruang rapat Lantai 6, Graha Kepri, Kota Batam.
“Sebagai daerah perbatasan, banyak peluang dan tantangan dalam pengembang pariwisata di Kepri. Ke depan, kita yakin semakin banyak wisman yang masuk melalui Kepri,” kata Guntur.
Baca Juga: Ide Baru Pariwisata Kepri, Bangun Sirkuit Pacuan Kuda
Studi komperatif ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sumbar Irsyad Syafar. Tujuan studi komperatif itu adalah untuk mempelajari kebijakan strategis dalam pengembangan destinasi pariwisata unggulan dan kawasan strategis pariwisata oleh Pemprov Kepri.
Dalam pertemuan itu, Guntur didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata, Zulkifli. Sementara, dari Sumbar juga hadir Kadis Pariwisata Luhur Budianda.
Irsyad Syafar menyampaikan, bahwa tempat studi kokperatif memang memang tidak sembarang pilih. Karena, Kepulauan Riau merupakan provinsi yang sangat strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
“Banyak yang mungkin bisa di-ATM-kan. Kami amati, tiru dan modifikasi untuk pariwisata Sumbar,” kata Irsyad.
Apalagi, kata Irsyad, setelah pandemi, pertumbuhan ekonomi Kepri sangat tinggi. Dari sini sektor pariwisata juga ikut mendukung pertumbuhan itu.

Guntur menyampaikan, tahun 2023, Kepri masih menjadi pintu ketiga masuknya wisatawan mancanegara. Sebanyak 1.530.899 wisman yang masuk melalui Kepri. Sementara, Bali masih menjadi yang pertama dengan jumlah wisman yang masuk sebanyak 5.273.528 orang. Diikuti DKI Jakarta sebanyak 1.963.059.
Setelah Guntur memaparkan berbagai program strategi pengembangan pariwisata Kepri. Sejumlah anggota dewan dari Sumber sangat antusias mengajukan beragam pertanyaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








