Pilkada 2024: Target Partisipasi Pemilih di Batam 80 Persen

Pendaftaran KPPS Batam
Ketua KPU Batam Mawardi. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menargetkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 mendatang mencapai 80 persen. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kota Batam Mawardi.

“Kami lakukan sosialisasi pendidikan pemilih kepada media karena media adalah corong. Selain media Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, di daerah hinterland dengan komunitas perempuan, disabilitas, pelajar, mahasiswa dan lainnya,” ujarnya, Kamis 25 Juli 2024.

Ia menyampaikan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 hanya 64 persen. Maka dari itu, tahun 2024 ini ditargetkan mencapai 80 persen. Pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Batam, dapat meningkatkan partisipasi pemilih lebih tinggi.

Baca Juga: KPU Batam Sosialisasi Pendidikan Pemilih untuk Tingkatkan Partisipasi Pilkada

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Zainal Abidin Cristoper Tamba menilai ada beberapa potensi kerawanan pada saat Pilkada 2024, di antaranya isu SARA, politik identitas, proses rekapitulasi, pemungutan suara ulang (PSU), netralitas TNI/Polri/ASN, tahapan kampanye, provokasi media sosial, proses pemungutan dan perhitungan suara di TPS, serta pemasangan dan penertiban baliho.

Mengenai tingkat kerawanan dan politik identitas, ia menyampaikan belum bisa menyebut ada berapa jumlah akun yang terdeteksi yang berpotensi melakukan politik identitas melalui media sosial.

Namun ia menegaskan dari kepolisian baik itu dari jajaran Ditreskrimsus Siber Polda Kepri dan Mabes Polri sudah bekerja.

“Jadi akun yang berbuat isu SARA dalam Pilkada kali ini sudah kami deteksi. Maka peran dari media juga penting dalam mengedukasi dan peran masyarakat untuk melaporkan ke kami,” kata Kompol Zainal.

Ia mengatakan dalam pengamanan nanti, Polresta Barelang akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, agar pelaksanaan Pilkada bisa berlangsung dengan aman dan damai.

“Kita berkaca dalam Pileg dan Pilpres dulu, ada satu pemungutan suara ulang dan delapan pemungutan suara lanjutan. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” kata Kompol Zainal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait