BATAM (gokepri) – Piala Eropa 2024 menjadi panggung unjuk gigi bagi para pesepakbola muda berbakat, seperti Lamine Yamal, Arda Guler, dan Kobbie Mainoo. Namun, tak hanya para remaja yang mencuri perhatian. Beberapa pemain mapan yang sebelumnya kurang disorot juga tampil gemilang di turnamen Eropa ini.
Berikut lima bintang yang bersinar berkat performa impresif mereka di Piala Eropa 2024:
Dani Olmo (Spanyol)

Olmo sudah dikenal luas di Jerman setelah empat tahun membela RB Leipzig. Namun, di Euro 2024, pemain berusia 26 tahun ini semakin menarik perhatian dengan penampilan apiknya.
Setelah mengunci kemenangan Spanyol 4-1 atas Georgia di babak 16 besar lewat golnya di penghujung laga, Olmo kembali menjadi pemain pengganti saat melawan Jerman di perempat final. Ia mencetak gol pembuka dan memberikan umpan kepada Mikel Merino yang memastikan kemenangan Spanyol di babak tambahan.
Di semifinal melawan Prancis, gol Olmo pada menit ke-25 menjadi penentu kemenangan Spanyol. Puncaknya, dalam laga final, ia menunjukkan kemampuan bertahan yang heroik dengan sundulan tepat di depan gawang untuk mencegah Inggris memaksakan perpanjangan waktu.
Olmo tercatat mencetak tiga gol dan dua assist meski hanya menjadi starter dalam tiga dari tujuh pertandingan Spanyol.
Marc Guehi (Inggris)

Bermain di turnamen internasional senior pertamanya, Guehi dengan cepat mengamankan posisinya di jantung pertahanan Gareth Southgate yang dikenal kukuh.
Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, Guehi tampil tenang dan meyakinkan bersama John Stones di jantung pertahanan. Inggris hanya kebobolan tiga gol dalam lima pertandingan dengan Guehi di lapangan sebelum final.
Ketika terkena hukuman larangan bermain di perempat final melawan Swiss, banyak yang mempertanyakan bagaimana Tim Tiga Singa akan menggantikan bek tengah Crystal Palace tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Guehi di tim.
Guehi juga berkontribusi dalam serangan, dengan memberikan umpan kepada Jude Bellingham untuk gol penyeimbang di menit akhir melawan Slovakia di babak 16 besar. Umpan tersebut menyelamatkan Inggris dari kekalahan dini dan menjaga peluang mereka menuju final.
Cody Gakpo (Belanda)

Penyerang Gakpo menjadi pusat perhatian dalam perjalanan Belanda menuju semifinal Euro 2024, yang pertama kalinya mereka capai dalam 20 tahun terakhir, sebelum langkah mereka dihentikan Inggris dengan skor 2-1.
Kostum Oranje seakan memaksimalkan potensi pemain berusia 25 tahun ini. Performa impresifnya di Piala Dunia 2022 menjadi batu loncatan sebelum ia diboyong raksasa Inggris, Liverpool, dengan nilai transfer yang fantastis.
Gakpo mencetak gol penyeimbang dalam kemenangan 2-1 Belanda atas Polandia di babak penyisihan grup. Sementara pada babak 16 besar, gol pembukanya dalam kemenangan 3-0 atas Rumania menenangkan tim yang sempat tegang menghadapi pertandingan yang menegangkan. Ia juga memaksa pemain lawan mencetak gol bunuh diri saat Belanda menang tipis atas Turki di perempat final.
Dengan raihan tiga gol, Gakpo secara bersamaan meraih Sepatu Emas bersama Harry Kane, Dani Olmo, Jamal Musiala, Ivan Schranz, dan Georges Mikautadze.
Giorgi Mamardashvili (Georgia)

Penyerang Napoli, Khvicha Kvaratskhelia, mungkin menjadi nama terdepan Georgia di turnamen ini. Namun, sosok raksasa Mamardashvili berdiri kokoh dalam perjalanan Georgia menuju babak 16 besar.
Dengan tinggi hampir 2 meter, kehadiran Mamardashvili di bawah mistar gawang memberikan ketenangan bagi negara yang baru pertama kali tampil di Euro.
Kiper berusia 23 tahun ini melakukan 30 penyelamatan dalam empat pertandingan, menjadi rekor terbanyak kedua dalam sejarah Kejuaraan Eropa setelah Igor Akinfeev yang melakukan 32 penyelamatan untuk Rusia pada tahun 2008.
Penampilan Mamardashvili tidak menjadi kejutan bagi penggemar La Liga. Kiper Valencia ini menjadi salah satu yang terbaik di Spanyol musim ini.
Marcel Sabitzer (Austria)

Sebagai pemain kunci Borussia Dortmund yang secara mengejutkan mencapai final Liga Champions, gelandang Austria, Marcel Sabitzer, melanjutkan performa apiknya di Euro 2024.
Austria memuncaki grup yang diisi semifinalis Prancis dan Belanda, dan mereka sempat diunggulkan sebagai kuda hitam turnamen hingga dikalahkan secara mengejutkan oleh Turki di babak 16 besar dalam kondisi cuaca yang buruk.
Sabitzer mencetak gol kemenangan Austria dalam laga kontra Belanda dengan skor 3-2. Ia melepaskan tembakan keras yang menggetarkan mistar gawang dari sudut sempit. Energi tak kenal lelah Sabitzer menjadi kunci bagi tim Austria yang bermain dengan tempo tinggi di bawah arahan pelatih Ralf Rangnick. AFP
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca: Spanyol Perkasa Juara Piala Eropa 2024, Inggris Gagal Akhiri Penantian Gelar








