Karimun (gokepri.com) – Polisi masih mendalami motif dan penyebab dua warga Karimun yang ditemukan tewas gantung diri pada Rabu, 3 Juli 2024.
Kasatreskrim Polres Karimun, AKP M Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan dari para saksi, termasuk keluarga kedua korban.
“Penyidik dari polsek masih mendalami keterangan dari keluarga korban,” ujar Debby, Kamis 4 Juli 2024.
Debby mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara keduanya murni melakukan aksi gantung diri.
Untuk RA (28), ibu rumah tangga yang ditemukan gantung diri di rumahnya, Kelurahan Teluk Air, terindikasi mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi.
“Untuk yang di Teluk Air dugaannya faktor ekonomi,” ujar Debby.
Sementara, untuk AH (42) di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, diduga kuat karena gangguan mental yang dideritanya.
“Yang di Pongkar, berdasarkan keterangan keluarga bahwa korban sudah lama sakit dan pernah dirawat di RS Pekanbaru karena gangguan mental,” ucap Debby.
Diberitakan sebelumnya, sepanjang Rabu, 3 Juli 2024, dua warga Karimun meninggal dengan cara gantung diri. Dua kasus yang berbeda lokasi itu hanya berselang satu jam
Kasus pertama adalah tewasnya seorang ibu rumah tangga, Ratih Mahar Lawaty Rambey (30), perempuan asal Tanjungpinang.
Kasus kedua adalah tewasnya Ahmad (42) dengan cara yang sama, yakni gantung diri.
Korban merupakan warga RT 001 RW 002 Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Dia ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB. Korban ditemukan pertama kali oleh adiknya.
Penulis: Ilfitra









