GELSENKIRCHEN, Jerman (gokepri) – Jude Bellingham menjadi penyelamat bagi Inggris yang nyaris tersingkir dari Piala Eropa 2024. Tendangan salto sensasionalnya di menit ke-95 memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu, sebelum gol Harry Kane di menit awal babak tambahan membawa tim favorit yang tampil kurang meyakinkan itu ke perempat final.
Slovakia tampil jauh lebih agresif ketimbang Inggris. Mereka beberapa kali mengancam gawang Jordan Pickford sebelum akhirnya Ivan Schranz menaklukkan kiper tersebut pada menit ke-25.
Baca:
- PIALA EROPA 2024: Inggris Juara Grup C, Serbia Angkat Koper
- Jerman Lebih Berani Menggedor, Inggris “Parkir Bus”
Inggris, yang akan menghadapi Swiss di babak selanjutnya, sebelumnya punya catatan bangkit untuk memenangi tiga pertandingan Piala Eropa terakhir meski kebobolan lebih dulu, termasuk semifinal edisi sebelumnya. Mereka sempat berpikir sudah menyamakan kedudukan usai turun minum, namun Phil Foden jelas dalam posisi offside sebelum menceploskan bola.
Harry Kane sempat menyia-nyiakan peluang emas lewat sundulan yang melebar dari tendangan bebas Foden. Declan Rice pun sempat membuat tiang gawang Slovakia bergetar. Meski demikian, penampilan Inggris terlihat kurang meyakinkan, membuat para pendukung mereka kian frustrasi.
Namun, keajaiban terjadi. Bellingham, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-21, mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan salto spektakuler di menit akhir pertandingan. Ini menjadi tembakan tepat sasaran pertama Inggris sepanjang laga.
Inggris tak butuh waktu lama untuk berbalik unggul di babak tambahan. Kane menyundul bola hasil tendangan bebas Foden ke gawang Martin Dubravka, untuk melengkapi kebangkitan dramatis mereka.
Slovakia yang stamina pemainnya menurun seiring berjalannya pertandingan, nyaris mencetak gol balasan sesaat sebelum turun minum babak tambahan. Sundulan Peter Pekarik masih melebar.
Inggris mampu meredam serangan bertubi-tubi Slovakia di akhir pertandingan untuk mengamankan kemenangan yang beruntung. Mereka akan menghadapi Swiss di Duesseldorf pada 29 Juni di babak perempat final.
Namun, Inggris wajib tampil jauh lebih baik saat melawan Swiss. Pasukan asuhan Murat Yakin tersebut mampu tampil dominan atas juara bertahan Italia di babak 16 besar, dan hanya kurang beruntung kebobolan gol penyama kedudukan di menit akhir saat melawan Jerman di fase grup.
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News









