Gokepri.com – Seluruh umat muslim di dunia akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha pada Senin, 17 Juni 2024 atau 10 Dzulhijah 1445 Hijriyah.
Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji. Sebab, pada hari itu seluruh jamaah haji sedang melaksanakan puncak ibadah haji dengan melakukan wukuf di Padang Arafah.
Ibadah haji merupakan rukun Islam ke lima bagi umat muslim. Ibadah ini wajib dilakukan bagi yang mampu, baik secara fisik maupun kemampuan finansial.
Salah satu rangkaian ibadah haji adalah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah yang menjadi arah kiblat umat Islam dalam melaksanakan shalat.
Namun tahukan Anda, ada satu tempat di dekat Ka’bah yang menjadi tempat paling favorit bagi jamaah haji ataupun melakukan shalat sunat ataupun berdoa. Tempat itu adalah Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area di sebelah utara Ka’bah yang dikelilingi pagar berdenah setengah lingkaran. Hijir Ismail merupakan bagian tidak terpisahkan dari Ka’bah yang memiliki keutamaan serta keistimewaan.
Oleh karenanya, jamaah yang menjalani tawaf diwajibkan untuk mengitari area ini.
Pada mulanya, Hijir Ismail masuk dalam bagian Ka’bah, tetapi berubah menjadi di luarnya setelah pemugaran yang dilakukan oleh suku Quraisy pada awal abad ke 7.
Area Hijir Ismail adalah bekas kamar Nabi Ismail serta ibunya, Siti Hajar, dan diyakini pula sebagai makam mereka.
Sejarah Hijir Ismail
Melansir NU Online, area Hijir Ismail adalah bekas kamar Ismail bersama ibunya, Siti Hajar. Tempat ini awalnya hanya berupa fondasi batu dan ditutup dengan dedaunan sebagai atapnya, yang menjadi lokasi Ismail dan Siti Hajar beristirahat.
Pada tahun 606, atau sekitar lima tahun sebelum Rasulullah diangkat menjadi nabi, kaum Quraisy melakukan pemugaran terhadap Ka’bah, yang menyebabkan Hijir Ismail tidak lagi berada di dalam Baitullah.
Peristiwa itu terjadi karena mereka kekurangan biaya untuk memugar, akhirnya tembok sisi barat dan timur dikurangi sekitar 3 meter. Alhasil, Hijir Ismail menjadi berada di luar Ka’bah seperti sekarang ini.
Penyempitan area Ka’bah juga secara otomatis menambah luas Hijir Ismail, yang awalnya 5,5 meter menjadi 8,5 meter.
Kini, area Hijir Ismail dikelilingi pagar rendah setinggi 1,3 meter yang membentuk setengah lingkaran sepanjang 21,5 meter.
Dulunya, pagar yang mengelilingi Hijir Ismail hanya berupa batu sederhana. Para khalifah, sultan, dan raja-raja yang berkuasa kemudian mengganti pagar batu dengan batu marmer.
Keutamaan Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Siti Aisyah. Disebutkan bahwa ketika Siti Aisyah ingin salat di dalam Ka’bah, Nabi Muhammad membawa Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil bersabda, “Salatlah kamu di sini (di dalam Hijir) jika kamu ingin salat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk bagian dari Ka’bah.” (HR Abu Daud).
Sebagai bagian dari Ka’bah, Hijir Ismail mempunyai keistimewaan dan keutamaan tersendiri.
Yang pertama, keutamaan salat di Hijir Ismail sama dengan salat di dalam Ka’bah. Hijir Ismail merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa.
Dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram, dikisahkan Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah tentang panasnya Kota Mekkah.
Allah kemudian berfirman, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai kepada hari kiamat nanti.”
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda, “Di pintu Hijir Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan salat dua rakaat di Hijir Ismail; kamu telah diampuni dosa-dosamu. Maka mulailah dengan amalanmu yang baru.”
Karena itu, Hijir Ismail menjadi rebutan para jemaah yang ingin melaksanakan salat sunah dan memunajatkan doa kepada Allah. (*)








