Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Batam Meningkat

kontrasepsi favorit di batam
Kepala DP3AP2 dan KB Kota Batam Novi Harmadyastuti. Foto: ANTARA

Batam (gokepri.com) – Aduan mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batam meningkat. Peningkatan ini seiring dengan diluncurkannya layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Layanan SAPA 129 merupakan hotline yang diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk melapor bagi masyarakat yang melihat, mendengar, mengetahui atau mengalami kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2-KB) Batam Novi Harmadyastuti mengatakan peningkatan aduan yang di Batam karena kepedulian dan kepekaan masyarakat terkait isu kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat.

HBRL

Baca Juga: Rumah Melati, Upaya Menurunkan Kekerasan Perempuan dan Anak

Berbagai jumlah aduan ini antara lain terkait kasus kekerasan perempuan dan anak, perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum serta perkawinan anak.

“Meningkatnya kasus karena semakin banyak orang yang berani berbicara dan menyampaikan. Jangan takut untuk melaporkan, karena identitas akan dilindungi,” kata Novi, Rabu 5 Juni 2024.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid dalam kegiatan Penggerak dan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar di Batam.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat Batam menyadari pentingnya setiap orang mengambil peran untuk ikut serta melakukan aktivitas pencegahan kekerasan kepada perempuan dan anak agar kasus-kasus kekerasan dapat berkurang.

“Bagi masyarakat Kota Batam yang melihat tindak kekerasan dapat melaporkan ke UPT yang ada di Sekupang,” kata Jefridin.

Ia menyampaikan Dinas P3AP2-KB telah memiliki UPT yang melayani pendampingan, pemulihan dan penguatan terhadap korban tindak kekerasan terhadap perempuan, anak, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait