Terlihat Sepi, Ternyata Nilai Transaksi Agen BRILink Izzah Rp4 Miliar Sebulan

Izzah Nur Azizah bersama suaminya Hasan melayani transaksi sebagai Agen BRIlink di Jalan Paket C-Buantan Lestari, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. (Ilfitra/gokepri.com)

Siak (gokepri.com) – Hasan sibuk memperhatikan anak buahnya yang sedang mencuci motor di usaha cucian motor miliknya di jalan lintas Paket C menuju Buantan Lestari, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau, Selasa 16 April 2024 pagi.

Usaha cucian motor itu persis berada di depan konter ponselnya. Konter ponsel itu sekaligus dijadikan sebagai tempat transaksi BRILink yang dijaga istri Hasan, Izzah Nur Azizah.

Pagi itu, Izzah memang terlihat melayani beberapa orang yang melakukan transaksi uang menggunakan mesin EDC BRI.

Sementara, Hasan yang awalnya berada di depan konter atau dekat cucian motor langsung masuk ke dalam konter dan beralih melayani transaksi BRIlink.

“Sudah tiga tahun kami menjadi Agen BRILink atas nama istri saya, Izzah Nur Azizah,” ujar Hasan memulai pembicaraan.

Hasan menyebut, meski posisi usahanya berada di lingkungan perkebunan sawit, namun yang banyak melakukan transaksi bukanlah masyarakat tempatan, melainkan orang yang melewati kawasan Paket C dan Buantan Lestari.

“Masyarakat tempatan tidak terlalu, justru yang banyak melakukan transaksi itu orang yang lewat di sini,” ungkapnya.

Selain itu, sebagian karyawan kebun PT Teguh Karna Wahana Lestari (TKWL), sebuah perusahaan pengolahan sawit di Bunga Raya melakukan transaksinya di tempat Hasan.

“Kalau karyawan kebun PT TKWL sebagian ambil gajinya di sini. Tapi kalau karyawan pabrik lain lagi,” ujar Hasan.

Dalam persyaratan transaksi, Hasan berbeda dengan Agen BRILink lain yang diharuskan mencapai 200 transaksi sebulan, dia justru tidak diberikan target tertentu oleh pihak BRI.

“Kami tidak pernah ditargetkan, kalau dulu awal pertama diberi mesin (EDC) ini, iya ada target transaksi per bulan. Setelah dapat mesin ini tak ada target lagi,” sela Izzah sambil melayani transaksi konsumen.

Hasan menyebut, rata-rata transaksinya dalam sebulan di atas 2.000. Padahal, jika dilihat sekilas transaksi BRILink di konter milik Hasan tidak begitu ramai. Bahkan terkesan sepi.

“Coba lihat ini, transaksi bulan kemaren mencapai 2.400 dengan nominal transaksi lebih dari 4 miliar,” kata Hasan sambil menunjukkan input data transaksi BRIlink melalui layar ponselnya.

Diakui, banyak keuntungan yang diperolehnya ketika menjadi seorang Agen BRIlink saat ini. Selain menambah pendapatan keluarga, dia juga banyak mendapat relasi baru.

“Dari tempat kami ini bank kan jauh. Makanya orang lebih suka melakukan transaksi melalui Agen BRILink,” katanya.

Menurut dia, Walau jarak antara satu Agen BRIlink dengan agen lain berdekatan, bahkan ada yang bersebelahan, mereka malah saling support satu dengan yang lain.

“Market place kita itu beda-beda. Misalnya, ketika saya tak mampu melayani transaksi yang ini, maka saya lempar kepada agen yang lain. Intinya, masing-masing agen saling support,” katanya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait