Beras 100 Ton Tiba di Natuna, Terlambat karena Tak Ada Kapal Angkut

Stok beras di kepulauan riau
Kepala Bank Indonesia Kepri Suryono, Kepala Bulog Batam Meirizal dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau gudang beras Bulog di Batu Ampar, Batam, Selasa 27 Februari 2024. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Natuna (gokepri) – Jelang Lebaran, 100 ton beras Bulog akhirnya tiba di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, setelah terlambat dari jadwal semula. Keterlambatan ini disebabkan oleh tidak adanya kapal pengangkut.

Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulog Ranai, Ryanel Ismansyah, mengatakan beras tersebut diangkut melalui laut dan tiba di Natuna pada Sabtu (6/4). Beras ini seharusnya dijadwalkan tiba akhir Maret, tapi tertunda karena tidak ada kapal pengangkut.

Menurut Ryanel, Kapal ini tidak hanya membawa beras Bulog saja, namun barang-barang lainnya juga, oleh karena itu, kapal akan diberangkatkan jika sudah penuh.

HBRL

Baca Juga:

Adapun dari 100 ton yang dibawa hanya 50 ton saja yang bisa dibongkar dan dimasukkan ke dalam gudang Bulog Ranai yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur.

Meski sudah berada di Gudang, beras-beras tersebut tidak bisa dijual dikarenakan pihaknya libur. “Kami tidak pernah lakukan pelayanan pada hari libur, karena berhubungan dengan jam operasional bank,” ujar Ryanel, Selasa 9 April 2024.

Meskipun sudah di gudang, beras tersebut sempat tidak bisa dijual karena Bulog libur. Namun, setelah mengetahui kelangkaan beras di toko-toko, khususnya di Ranai, Bulog akhirnya membuka layanan penjualan.

“Sekarang sudah ada lagi di toko-toko, salah satunya toko Cahaya Bunguran. Setiap toko KAMI bagikan 500 kilogram agar semua kebagian,” kata Ryanel.

Dia menegaskan pasokan beras Bulog di Natuna tidak langka. Gudang Sedanau di Bunguran Barat dan Ranai masih memiliki ratusan ton beras.

“Hanya saja karena libur, jadi tidak bisa dijual. Tapi sekarang sudah bisa dibeli,” tuturnya.

Keterlambatan pengiriman beras Bulog ini sempat membuat masyarakat khawatir. Salah satu pemilik toko di Ranai, Ahin, mengatakan bahwa beras Bulog merupakan primadona karena harganya murah. “Kami jual Rp55 ribu per karung (5 kilogram),” ujar Ahin.

Meskipun terlambat, kedatangan beras Bulog ini diharapkan dapat membantu masyarakat Natuna dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: ANTARA

Pos terkait