Batam (gokepri.com) – Realisasi investasi yang mengalir ke Kepri turut menopang pertumbuhan penanaman modal di Indonesia sepanjang Januari-September 2020. Kepri bersama Sumatera Utara menjadi provinsi dari Sumatera yang masuk 10 besar peringkat investasi berdasarkan lokasi.
Kepri masuk 10 besar peringkat investasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia pada periode triwulan III/2020 dan periode Januari-September 2020, berdasarkan laporan BKPM RI yang dirilis 23 Oktober 2020.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mencatat nilai investasi asing yang masuk di Kepri mencapai USD506,4 juta dengan 569 proyek sepanjang triwulan III/2020.
Berdasarkan lokasi, Kepri masuk peringkat lima investasi asing terbesar di Indonesia pada periode tiga bulan terakhir.
Pada triwulan I/2020 investasi asing di Kepri tercatat USD400,1 juta dan pada triwulan II/2020 atau sepanjang periode pandemi Covid-19 turun menjadi USD367,4 juta. Sepanjang triwulan II/2020 ada sebanyak 394 proyek investasi.Adapun nilai investasi asing pada triwulan pertama 2019 tercatat senilai USD455,7 juta. Triwulan II/2019 senilai USD451 juta.
Adapun sepanjang Januari-September, realisasi investasi asing yang mengalir ke Kepri senilai USD1,27 juta dengan 1.543 proyek. Kepri berada di peringkat enam investasi asing terbanyak di Indonesia sepanjang periode Januari-September 2020.
Investasi PMDN
Investor domestik turut menopang pertumbuhan penanaman modal di Kepri sepanjang 2020.
Berdasarkan peringkat lokasi di Indonesia, Kepri ada di rangking 9 dengan nilai investasi sekitar Rp10,72 triliun dan 1.495 proyek sepanjang Januari-September 2020.
Hampir separuh dari investasi itu mengalir pada tiga bulan terakhir atau triwulan III/2020. Berdasarkan laporan BKPM, investasi PMDN yang mengalir ke Kepri mencapai Rp5,03 triliun dengan 747 proyek sepanjang triwulan III/2020.
Nilai PMDN Kepri melonjak sepanjang tiga bulan pertama 2020 saja dengan nilai investasi Rp4,7 triliun dan 406 proyek atau 6 terbesar di Indonesia.
Tapi nilai itu anjlok pada periode April-Juni 2020 atau saat dimulainya pandemi Covid-19 dengan nilai investasi hanya RP984,2 miliar dengan 401 proyek. Peringkat pada periode itu pun melonjak jadi peringkat 4. Padahal pada triwulan IV/2019, Kepri peringkat 19.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi sepanjang periode Juli – September (Triwulan III) Tahun 2020 yang mencapai Rp209,0 triliun serta data realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periode Januari – September Tahun 2020 yang mencapai Rp 611,6 triliun.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyatakan kebiasaan normal baru yang telah diterapkan dalam dunia kerja dan penanganan COVID-19 oleh pemerintah dalam kurun waktu 7 bulan telah mampu mengembalikan kepercayaan investor untuk melakukan kegiatan investasi secara bertahap pada triwulan ketiga.
Total investasi Triwulan III tumbuh 8,9% dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2020. Hal ini sesuai dengan Berita Resmi Statistik BPS yang dirilis 15 Oktober 2020 bahwa kenaikan nilai impor barang modal yang meningkat 19,01% (US$ 2,13 miliar) dan impor bahan baku meningkat 7,23% (US$ 8,32 miliar) pada bulan September 2020 dibandingkan bulan Agustus 2020.
“Saya optimis dengan telah disahkahnnya RUU cipta kerja target realisasi investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun akan tercapai,” tegas Bahlil.
(Can)
Editor: Candra Gunawan
Baca Juga:









