Kawasan Kuliner Bintan Center Dibuka, Jadi Ikon Baru Tanjungpinang

Kawasan Kuliner Bintan Center di Tanjungpinang. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri) – Kawasan kuliner atau Street Food Bintan Center Tanjungpinang Kepulauan Riau resmi beroperasi. Kawasan kuliner itu diresmikan langsung oleh Pj Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, Sabtu 20 Januari 2024.

Hasan menyebut, kawasan street food telah rampung dikerjakan dan menelan anggaran APBD Kota Tanjungpinang sebesar Rp3 miliar.

“Harapannya ini jadi ikon wisata kuliner baru di Tanjungpinang,” kata dia.

HBRL

Baca Juga: Pedagang Kaki Lima Ditata, Pemko Tanjungpinang Bangun Pusat Kuliner

Ia menjelaskan, selama ini pembangunan kawasan kuliner hanya berfokus di daerah Tepi Laut dan sekitarnya.

“Selama ini kan kita hanya fokus di Akau Potong Lembu dan Tepi Laut. Biar merata lah jadi Kecamatan Tanjungpinang Timur ini ada juga,” kata dia.

Kawasan Kuliner Bintan Center, Tanjungpinang dipadati pengunjung. Foto: Gokepri.com/Engesti

Pemko Tanjungpinang menyediakan beberapa fasilitas mulai dari pedestrian pejalan kaki, shelter, penerangan, rumah pengelola, dan gerobak. Kawasan itu, juga akan diisi oleh 36 pedagang yang berbeda-beda.

Kawasan Kuliner Bintan Center dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia berpesan agar kawasan kuliner dijaga dengan baik.

“Kami minta aset ini harus dijaga dengan baik jangan sampai nanti satu lampu mati dibiarkan saja. Ini perlu pemeliharaan. BUMD kita sudah mengelola kawasan kuliner. Saya rasa bisa dikelola dengan baik,” kata dia.

Pihaknya juga meminta pengelola kawasan dalam hal ini BUMD bisa berkolaborasi dengan para pedagang agar kawasan kuliner Bintan center memiliki peminatnya sendiri.

“Saya minta nanti pengelolaan bisa berkolaborasi dengan pedagang agar bisa lebih ramai,” kata dia.

Sementara salah satu pengunjung, Velia mengaku senang dengan adanya street food di kawasan Bintan Center. Kata dia, kawasan ini bisa jadi ikon baru wisata kuliner di kawasan Tanjungpinang Timur.

“Bagus ya, jajanan juga enak. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Tepi Laut,” Kata dia.

Namun kata dia kawasan tersebut harus ada perawatan. Kalau tidak menurutnya akan sama saja dengan kawasan kuliner lainnya yang tidak menjadi ikon di Tanjungpinang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait