Akupuntur Direkomendasikan untuk Terapi Pasien Stroke

terapi pasien stroke
Ilustrasi. Terapi akupuntur direkomendasikan kepada pasien stroke. Foto: Pexels

Jakarta (gokepri.com) – Akupuntur menjadi salah satu terapi rehablitasi yang bisa digunakan untuk pasien stroke. Hal ini direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dokter spesialis akupuntur medik subspesialis akupunktur analgesia dan anestesia di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya dr R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Akp, Subsp. A. A. (K) mengatakan sudah banyak uji klinis membuktikan metode akupunktur mampu memberikan dampak positif terhadap pasien stroke.

“Baik melalui terapi etiologi (penanganan terhadap penyebab atau akar masalah kesehatan) maupun terapi simtomatik (penanganan terhadap gejala yang timbul),” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis 14 Desember 2023.

HBRL

Baca Juga: Hipertensi Faktor Utama Pemicu Stroke

Dari sisi terapi etilologi, rehabilitasi melalui metode akupunktur dapat membantu memperbaiki aliran darah ke area otak yang menjadi penyebab stroke, mengurangi penyumbatan pembuluh darah dalam otak dan mengurangi kerusakan saraf otak.

Selain itu juga dapat mengontrol faktor risiko penyakit stroke seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, dislipidemia (kadar lemak darah/kolesterol yang tinggi) dan penyakit jantung.

Akupuntur dapat membantu penyintas stroke terlepas dari kebiasaan buruk yang berisiko terhadap kesehatan, seperti kecanduan merokok, gangguan tidur, dan lain-lain.

“Seseorang yang sebelumnya pernah mengalami stroke, memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang kembali. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup sehat sangat penting untuk dilakukan,” kata Handaya.

Selain terapi etiologi, rehabilitasi melalui metode akupunktur juga dapat membantu mengatasi keluhan kesehatan lain akibat stroke, antara lain menghilangkan nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial dan nyeri otot akibat otot kaku.

Pengobatan gangguan fungsi lainnya yakni disfagia (kesulitan untuk menelan), disfonia (perubahan suara), gangguan kognitif (gangguan daya ingat), insomnia (kesulitan tidur), depresi dan hemianopia (gangguan penglihatan).

Terapi akupunktur membantu merangsang berbagai titik di permukaan tubuh untuk menyeimbangkan berbagai fungsi organ.

Terapi akupunktur bekerja dengan menghambat reaksi inflamasi/peradangan pasca iskemik/perdarahan, merangsang pertumbuhan sel-sel saraf dan pembuluh darah, serta memengaruhi kemampuan saraf untuk beradaptasi.

Mekanisme efek pengondisiannya meliputi peningkatan aktivitas antioksidan, pengaktifan reseptor di seluruh sistem saraf dalam tubuh (endocannabinoid), dan mencegah kematian sel-sel.

“Akupuntur dapat menjadi salah satu strategi pencegahan dan terapi pemulihan stroke yang menjanjikan. Tentunya, uji klinis lebih lanjut dibutuhkan untuk memberikan bukti yang lebih konfirmatif,” kata Handaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait