Batam (gokepri) – PT Panbil Utilitas milik pengusaha asal Batam Johanes Kennedy Aritonang menjadi investor utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Ditaksir mendatangkan investasi ratusan triliun dalam 30 tahun.
Batam akan punya dua kawasan ekonomi khusus atau KEK baru; KEK Tanjung Sauh dan KEK Pulau Nipa. Pembentukan dua KEK itu sudah disetujui pemerintah pada 30 November 2023. Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan bahwa tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diharapkan mulai beroperasi penuh pada awal 2024 mendatang.
“Sekarang sedang kami proses PP dan Keppres-nya (Keputusan Presiden). Mudah-mudahan nanti bisa segera selesai, awal 2024 bisa beroperasi,” kata Susiwijono, Selasa (12/12), dikutip dari Bisnis.com.
Baca Juga:
- Pembentukan Dua KEK Baru di Batam Disetujui
- Status KEK Bisa Dicabut Jika Gagal Capai Target Investasi
Seperti diketahui, Dewan KEK yang dipimpin Airlangga Hartarto telah menyetujui pembentukan tiga KEK baru, yakni KEK Setangga, KEK Tanjung Sauh dan KEK Nipa. Selanjutnya Dewan Nasional KEK merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui Peraturan Pemerintah. “Setelah KEK ditetapkan, maka akan diberikan waktu paling lama 3 tahun sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya,” jelas Airlangga kala itu.
Adapun, dalam usulan tersebut KEK Setangga memiliki luas lahan 668,3 hektare dengan target realisasi investasi Rp67,69 triliun dan dicanangkan menyerap tenaga kerja 78.999 orang hingga 2053.
KEK Setangga diusulkan oleh PT Dua Samudera Perkasa di bidang pertambangan, transportasi udara, infrastruktur dan manufaktur. Investor utama dari KEK ini adalah PT Anugrah Barokah Cakrawala dan PT Jhonlin Agro Raya. Jhonlin adalah perusahaan dalam konglomerasi crazy rich Kalimantan Haji Isam.
Kemudian, KEK Tanjung Sauh, yang diusulkan oleh PT Batamraya Sukses Perkasa, memiliki komitmen realisasi investasi Rp199,6 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 366.087 orang hingga 2053.
Investor utama dari KEK Tanjung Sauh adalah PT Panbil Utilitas yang berkomitmen dengan target konstruksi rampung di tahun 2024 dan mulai beroperasi pada 2027. Sedangkan Panbil Group Founder dirintis oleh Johanes Kennedy Aritonang.
KEK ini memiliki rencana bisnis pengembangan industri komponen elektronik, industri perakitan dan industri berat, serta pengembangan energi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan solar panel sebagai pusat industri dan logistik penghubung Batam-Bintan. PT Panbil Utilitas selaku investor utama berkomitmen dengan target konstruksi rampung di tahun 2024 dan mulai beroperasi pada 2027.
Usulan terakhir yakni KEK Nipa di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau yang mengoptimalkan peluang ekonomi di pulau terluar yang strategis. Menurut Menko Airlangga, KEK tersebut memiliki rencana bisnis cargo trading dengan penjualan finished goods dan intermediate goods untuk diserahkan ke pembeli dalam jumlah besar, bunker trading dengan penjualan BBM ke kapal-kapal yang berlabuh di Kawasan Nipa baik secara langsung dari Oil Storage Tank Terminal, maupun melalui kapal-kapal kecil yang difungsikan sebagai kapal pengisi BBM.
“KEK Nipa memiliki komitmen target investasi sebesar Rp16,46 triliun dan diproyeksikan menyerap tenaga kerja hingga 40.949 orang sampai dengan 50 tahun,” ujarnya.
KEK Tanjungsauh yang diusulkan grup Panbil bukan yang pertama. Berdasarkan catatan gokepri, Panbil pernah mengusulkan KEK Pulau Asam di Karimun pada 2016 hingga 2018. Mereka akan membangun kilang minyak di sana dengan investasi Rp14 triliun. Namun rencana ini menguap meski Panbil sudah mengurus proses perizinan. Kendalanya adalah status hutan produksi di sana.
Tanjungsauh menjadi manuver baru bisnis Panbil yang selama ini lebih fokus ke sektor properti dan konstruksi. Lini usaha properti di bawah bendera PT Nusatama Properta Panbil mencakup Panbil Mal, Panbil Apartemen, Villa Panbil, Panbil Industrial Estate. Kemudian hotel Best Western Premier Panbil dan Panbil Residence di bawah bendera PT Hotel Panbil Sejahtera. Beberapa tahun terakhir Panbil juga menambah portofolionya di sektor industri, pembangkit listrik dan industri beton.
KEK Tanjung Sauh dan KEK Nipa menambah daftar kawasan ekonomi khusus di Batam. Pertama KEK Nongsa yang dikelola PT Taman Resor Internet atau Tamarin. KEK sektor industri digital ini beroperasi sejak 2022 di kawasan Nongsa.
Kedua KEK Batam Aero Technic yang dikelola PT Batam Aero Technis, perusahaan milik Lion Air Group. Bergerak di bisnis perbaikan dan perawatan pesawat, KEK ini berjalan sejak 2021 di area Bandara Hang Nadim Batam. Di Kepri, ada juga KEK Galang Batang yang dikelola PT GBKEK Industri Park sejak 2018. Lokasinya di Kabupaten Bintan. Ada smelter alumina di dalam kawasan ini yang dioperasikan Bintan Alumina Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









