Karimun (gokepri.com) – Ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau biasa disebut Pelabuhan KPK menarik perhatian masyarakat Karimun.
Betapa tidak, desain ponton pelabuhan kapal antar pulau itu berbeda dengan ponton pelabuhan lainnya di Karimun.
Jika pada umumnya ponton pelabuhan di Karimun memiliki atap, namun tidak bagi Pelabuhan KPK. Ponton pelabuhan itu dibiarkan terbuka tanpa memiliki penutup atau atap.
Rehabilitasi dermaga ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam tersebut merupakan proyek Dinas Perhubungan Karimun.

Pengerjaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 sebesar Rp9,6 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Afrian menyebut ponton pelabuhan tanpa atap itu sama dengan ponton pelabuhan yang ada di luar negeri.
“Jika kita lihat ponton pelabuhan di luar negeri, memang seperti itulah adanya, tanpa atap,” ujar Afrian di Pelabuhan KPK.
Dikatakan, rehabilitasi dermaga ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam tersebut dilaksanakan PT Alindo Cahya Tama dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender.
“Dermaga ponton Pelabuhan Sri Tanjung Gelam selesai pada November 2023 dan langsung dioperasikan untuk kepentingan umum,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi juga menguatkan pernyatan Afrian dengan menyebut, hampir semua ponton pelabuhan yang dibangun provinsi tanpa memiliki atap.
“Coba lihat ponton pelabuhan yang ada di Uban, tak satupun memakai atap. Bahkan, hampir semua ponton pelabuhan di dunia tanpa menggunakan atap,” ungkapnya saat ditemui di Pelabuhan KPK.
Menurut dia, desain ponton pelabuhan tanpa atap itu untuk menghindari dari terjangan angin laut, terlebih pada musim angin barat.
Selain itu, fungsi ponton adalah untuk menurunkan penumpang dari atas kapal.
“Ponton itu kan hanya untuk menurunkan penumpang kapal, jadi keberadaan orang di ponton itu tak lama,” tuturnya.
Penulis: Ilfitra









