Upaya Memperluas QR Cross Border di Kalangan Wisatawan ASEAN

Qr cross border
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Suryono saat membuka Gebyar Melayu Pesisir-IMT GT 2023, Selasa 26 September 2023. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Pembayaran digital QR cross border bisa menopang pertumbuhan pariwisata negara-negara Asia Tenggara. Bank Indonesia Kepri menghadirkan seminar internasional membahas topik itu.

Seminar bertajuk Cross-Border QR Payment to Support Tourism berlangsung di Aston Hotel Batam, Kamis 28 September 2023. Kegiatan ini rangkaian dari Gebyar Melayu Pesisir 2023 yang diselaraskan dengan pertemuan segitiga pertumbuhan IMT-GT 2023 atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia hadir secara virtual. Turut hadir bankir dari Thailand, Pariwat Kanithasen, Deputy Director, Payments Systems Policy Department Bank of Thailand.

HBRL

Baca Juga: Sentuh Rp1 Triliun, Peningkatan Transaksi QRIS di Kepri Luar Biasa

Kemudian Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Arya Rangga Yogasati, Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Gidion Rahmanto, Wakil Kepala Divisi Partnership Bank Central Asia.

Lalu Adidoyo Prakoso, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, perwakilan OPD Provinsi Kepulauan Riau, instansi vertikal, pimpinan Asosiasi, Perbankan, Lembaga, Perguruan Tinggi, hingga pelaku usaha.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Suryono, membuka seminar dengan memaparkan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Perekonomian Kepri triwulan kedua 2023 tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (yoy) atau secara kumulatif hingga semester pertama 2023 tumbuh sebesar 5,77 persen tahun kalender dan tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi kumulatif tertinggi di Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor UMKM dan pariwisata, khususnya kunjungan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ujar Suryono.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), secara akumulasi pada periode Januari hingga Juli 2023 terdapat total sejumlah 850.989 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri dan didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Capaian angka kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menjadikan Kepri sebagai pintu masuk terbesar ketiga bagi wisatawan mancanegara setelah DKI Jakarta dan Bali.

Suryono mengungkapkan untuk mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan mancanegara tersebut dalam mendukung sektor UMKM dan pariwisata, Bank Indonesia telah mengembangkan kanal pembayaran QRIS yang berfungsi sebagai entry point ekosistem ekonomi dan keuangan digital bagi UMKM.

Saat ini, Bank Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara Malaysia dan Thailand terkait implementasi Cross-Border QR Payment yang memungkinkan konsumen dan pedagang dari masing-masing negara dapat melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui QR Code.

“Implementasi Cross-Border QR Payment saat ini juga telah memasuki fase uji coba dengan Singapura dan ditargetkan dapat diimplementasikan pada akhir tahun,” ungkap Suryono.

Cross-Border QR Payment memiliki peran penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makroekonomi dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal.

Adapun tema pada seminar hari ini adalah Cross-Border QR Payment to Support Tourism dengan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Bank of Thailand, Bank Central Asia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri.

“Kami berharap kegiatan pada hari ini dapat memperluas implementasi QR Cross Border khususnya dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” tegas Suryono.

Ia mengapresiasi narasumber atas kesediaannya untuk hadir menyampaikan pandangannya dalam seminar pada hari ini.

“Semoga seminar ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan UMKM, sektor pariwisata, serta perekonomian Kepri dan Indonesia,” tutur Suryono.

Di akhir seminar, Suryono mengundang tamu berkunjung ke pameran produk UMKM unggulan dari Kepri, Sumatera, Malaysia, dan Thailand serta merasakan pengalaman langsung bertransaksi antarnegara melalui kanal QR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait