22 Mahasiswa Baru PPG Prajabatan Ikuti Orientasi Akademik UMRAH

mahasiswa baru PPG Prajabatan
Sebanyak 22 mahasiswa baru PPG Prajabatan ikut orientasi akademik di UMRAH. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (GoKepri.com) – Sebanyak 22 mahasiswa baru (maba) Pendidikan Profesi Akademik (PPG) Prajabatan gelombang I mengikuti orientasi akademik di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Orientasi diselenggarakan oleh, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jumat 15 September 2023.

Guru Besar UMRAH Prof Dr Abdul Malik mengatakan, orientasi akademik dilakukan guna memberikan pembekalan bagi maba PPG Prajabatan agar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

HBRL

Baca Juga: 812 Calon PPPK Guru Ujian Seleksi, Dilaksanakan 2 Hari

“Selamat belajar dan jadilah guru profesional,” ujarnya.

Abdul Malik mengatakan UMRAH adalah Universitas pertama di Kepulauan Riau, yang diberikan kepercayaan oleh Kementrian Pendidikan untuk melaksanakan PPG Prajabatan.

Awalnya, UMRAH mendapat floting atau lebih dari dua jurusan untuk menyelenggarakan program PPG Prajabatan maupun dalam jabatan.

Namun, tahun ini hanya dua jurusan dengan 22 mahasiswa, dengan rincian 8 Prodi Bahasa Indonesia dan 14 Prodi Matematika.

“Bagi mahasiwa PPG Prajabatan. Ini merupakan yang pertama, jadi bisa di bilang gelombang satu ini adalah anak sulung. Karena cukup lama juga kita berjuang mendirikan UMRAH,” kata dia.

Ia mengatakan, perjalanan UMRAH agar dapat persetujuan Kementerian bukanlah hal mudah. Ia berharap, UMRAH mampu melahirkan insan pendidik yang baik untuk kemajuan Kepri.

Dekan FKIP UMRAH Satria Agust berkomitmen dalam penyelenggaraan PPG Prajabatan untuk menghasilkan guru profesional.

Dalam mewujudkan komitmen itu, UMRAH berupaya meningkatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) dengan mendorong para tenaga kependidikan untuk studi lanjut ke jenjang lebih tinggi.

“Untuk Gelombang satu ini terlibat 9 dosen, 5 guru pamong, semua dari sekolah top di Tanjungpinang,” kata dia.

Dengan SDM yang berkualitas mampu menciptakan insan profesionalitas dan andal di bidangnya termasuk dalam mengelola PPG.

Ia bilang, berdasakan komitmen Kementerian Pendidikan, lulusan PPG sudah dipastikan mendapat sertifikasi pengajar. Sertifikasi itu, bisa digunakan oleh mahasiwa untuk melamar di sekolah atau mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dengan nilai tambah.

“Jadi tidak ada lagi honorer sekolah. Kalau mau mengajar harus punya serdik (sertifikat pendidik). Kalau mau ikut PPPK sudah ada jatahnya untuk PPG,” kata dia.

Ia berharap mahasiwa PPG gelombang I UMRAH bisa memanfaatkan kesempatan yang sudah ada.

“Kementrian kasih Rp17 juta per orang untuk kalian ikut PPG. Manfaatkan betul-betul,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait