Karimun (gokepri.com) – Kawasan pinggir laut dan eks Pasar Puakang menjadi lokasi mangkalnya para waria dan juga wanita tuna susila pada malam hari.
Khusus waria, mereka kebanyakan berdiri di kegelapan di sepanjang Jalan Haji Arab yang dimulai dari pertigaan Lucky Cake hingga ke kawasan Kantor Lurah Sungai Lakam Timur.
Sementara, wanita tuna susila biasanya mangkal di depan Hotel Taman Kelapa atau eks Pasar Puakang dan juga di pasar sore Puan Maimun.
Wanita penjaja seks yang biasa mangkal di pasar sore Puan Maimun ini menawarkan diri untuk kencan sesaat di semak-semak atau ruko kosong yang berada di dekat pasar tersebut.
Sementara, mereka yang selalu mangkal di eks Pasar Puakang biasanya mengajak calon pelanggannya ke chek in di hotel di depan mereka biasa mangkal.
Keberadaan mereka tentu saja meresahkan masyarakat Tanjungbalai Karimun, khususnya yang berdiam di Kecamatan Karimun.
Zainny, satu diantara masyarakat Karimun merasa resah dengan kehadiran para waria dan wanita tuna susila ini.
“Waria tersebut mangkal di Puakang pada malam hari, sehingga mereka meresahkan masyarakat,” ujar Zainny saat kegiatan Jumat Curhat di Kantor Lurah Sugai Lakam Timur, Jumat 21 Juli 2023.
Kapolsek Balai Karimun, Kompol Edy Wiyanto yang mendengar keluhan warga tersebut segera berkoordinasi dengan Satpol PP.
“Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP Karimun untuk menindaklanjuti adanya waria mangkal pada malam hari di Kelurahan Sungai Lakam Timur guna mencegah gangguan kamtibmas,” kata Kompol Edy Wiyanto.
Penulis: Ilfitra









