Janda Bolong: Tanaman Berharga Fantastis di Festival Bunga Batam

Tanaman hias janda bolong bakal dipamerkan di Festival Bunga 2020 di Batam.

Batam (gokepri.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bekerjasama dengan Asosiasi Tanaman Hias di Batam bakal menggelar Batam Flower Festival (BFF) 2020. Salah satu tanaman yang akan dipamerkan dalam festival pada akhir bulan September hingga awal November 2020 ini adalah Janda Bolong.

Tanaman hias yang identik dengan kaum hawa ini naik daun selama pandemi Covid-19. Harga janda bolong terbilang fantastis, mencapai Rp100 juta dengan sehelai daunnya bisa dibanderol Rp15 juta. Nama janda bolong tak datang baru-baru ini saja, melainkan sudah melekat sejak bertahun-tahun lalu.

Peneliti LIPI Yuzammi menjelaskan janda bolong merupakan tanaman dari suku Araceae atau talas-talasan. Lebih spesifik, janda bolong masuk dalam marga Monstera, tanaman yang berasal dari Amerika Tropis sama halnya dengan Anthurium dan Philodendron.

“Marga Monstera ini memiliki sekitar 38 spesies, yang salah satunya adalah Monstera adansonii atau yang kita kenal di Indonesia dengan nama janda bolong,” katanya, Senin (5/10/2020).

Dari sejumlah sumber, menurut Yuzammi, nama janda bolong berasal dari bahasa Jawa. Karakteristik daun Monstera adansonii yang bolong membuat masyarakat Jawa menyebutnya dengan ron phodo bolong yang berarti daun yang berlubang.

Jika diucapkan secara singkat, maka terdengar seperti ron dho bolong. Pengucapan ron dho terdengar hampir sama dengan rondo yang berarti janda.

Kultur budaya dan stereotip di Indonesia membuat nama ini semakin melekat pada Monstera adansonii.

“Dalam kultur masyarakat kita, kata janda sudah identik dengan tidak perawan lagi, dengan kata lain kasarnya disebut bolong. Nah, dengan bentuk daun yang bolong-bolong tersebut, maka ‘seakan-akan’ identik dengan kondisi seorang janda, maka nama tersebut menjadi langsung populer dan ngetrend di pasar tanaman hias,” kata Yuzammi. (wan)

Pos terkait