Pancasila di Era Globalisasi

Pancasila di Era Globalisasi
Foto: Antara Foto

Prijanto Rabbani
“Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.”

– Muhammad Yamin

Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya. Untuk itu diperlukan suatu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat, yang dapat menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keindonesiaan tersebut.

HBRL

Para pendiri bangsa berusaha menjawab akan kebutuhan konsepsi kebangsaan Indonesia merdeka itu dalam suatu “dasar falsafah” negara yang kemudian dikenal dengan sebutan Pancasila.

Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia sekaligus dasar negara, termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Pancasila sebagai dasar (falsafah) negara Indonesia tidaklah dipungut dan jatuh dari langit, melainkan digali dari bumi sejarah keindonesiaan, yang tingkat penggaliannya tidak berhenti sampai zaman gelap penjajahan, melainkan menerobos jauh ke belakang hingga zaman kejayaan Nusantara. Dalam usaha penggalian itu, para pendiri bangsa juga memikirkan dan merasakan apa yang dialami bangsanya selama masa penjajahan dan mengingat apa-apa yang pernah mereka perjuangkan dan impikan sebagai sumber pembebasan, kebahagiaan dan identitas bersama.

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki arti lima prinsip. Panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Ideologi Pancasila bersumber pada jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai yang terkandung dalam ideologi ini dianggap mampu merefleksikan budaya, nilai, dan kepercayaan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Ideologi Pancasila merupakan norma dasar yang menjadi payung kehidupan berbangsa yang menaungi semua warga negara dari berbagai suku, adat, budaya, bahasa, agama, hingga sosial dan politik.

Era Globalisasi
Ketahanan ideologi Pancasila kembali diuji ketika dunia masuk pada era globalisasi. Di mana banyaknya ideologi alternatif merasuki ke dalam segenap sendi-sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa.

Pancasila sejatinya merupakan ideologi terbuka, yakni ideologi yang terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa. Namun, di sisi lain diharuskan adanya kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Apabila Indonesia tidak cermat, maka masyarakat akan cenderung ikut arus ideologi luar tersebut, sedangkan ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yakni Pancasila malah terlupakan, baik nilai-nilainya maupun implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Talcott Parsons (2007) dalam bukunya yang berjudul Social System (Sistem Sosial), berpendapat bahwa ada empat paradigma fungsi yang harus terus dilakukan agar masyarakat tetap eksis dan lestari.

Pertama, masyarakat perlu memelihara sistem nilai budaya yang dianut. Di Indonesia, kasusnya terjadi pada pemeliharaan Pancasila sebagai pedoman budaya masyarakat.

Kedua, masyarakat harus mampu menyesuaikan dengan perubahan, yang dalam konteks ini adalah globalisasi.

Ketiga, terdapat fungsi integrasi dari unsur masyarakat yang beragam secara terus-menerus. Integrasi dapat terjadi apabila seluruh lapisan masyarakat memiliki pedoman kehidupan yang sama, yakni Pancasila.

Keempat, masyarakat perlu memiliki tujuan bersama yang lahir dari Pancasila dan terus-menerus diperbaiki oleh para pemimpin dan dinamika masyarakatnya.

Catatan Akhir
Keberadaan Pancasila merupakan anugerah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Untuk itu kehadiran Pancasila patut disyukuri dengan cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akan membawa peradaban bangsa ke arah yang lebih baik.

Pancasila sebagai sistem etika harus menjadi perhatian bersama agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan berkepribadian.

***

Pos terkait