Produk Arang dan Babi Potong Tembus Pasar Ekspor

ekspor kepri
Pelepasan ekspor olahan kelapa Bintan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Bintan, Sabtu (26/9/2020). (istimewa)

Bintan (gokepri.com) – Tidak hanya produk olahan kelapa, produk arang, karet, dan babi potong hidup juga menembus pasar ekspor berbagai negara. Hal itu diungkapkan Menteri Pertaian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor produk pertanian di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) Lobam, Bintan, Sabtu (26/9/2020).

Komoditas arang itu diekspor ke Malaysia bervolume sebesar 7 ribu kilogram senilai Rp49 juta. Kemudian komoditas karet diekspor ke China, UEA, Kanada, Jepang, Turki dan Amerika Serikat dengan volume sebesar 2 juta kilogram senilai Rp35,27 miliar. Selanjutnya babi potong hidup tujuan Singapura sebanyak 915 ekor dengan nilai ekonomi Rp3,3 miliar.

“Dalam lima tahun ke depan, secara terukur kita harapkan peningkatan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat itu bisa kita capai. Berdasarkan data kami, 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi memiliki potensi untuk ekspor,” ucap Mentan.

Syahrul pun berharap kinerja ekspor komoditas pertanian bisa terus meningkat. Apalagi bisa ditopang sinergi lintas sektor dan lembaga. Diharapkan sektor pertanian pun bisa semakin menopang perekonomian nasional.

Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2020, Syahrul menyebutkan ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat sejumlah 8,82 persen, yakni mencapai Rp258 triliun. Peningkatan nilai ekspor pertanian turut disumbang oleh sejumlah komoditas unggulan baru.

“Porang, sarang burung walet, daun ketapang, sarang semut hitam, sarang semut putih, merupakan komoditas-komoditas ekspor baru pertanian yang bisa memberikan peningkatan ekspor pertanian,” jelasnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga menyampaikan harapan, ekspor yang dilaksanakan hari ini dapat dijadikan rujukan untuk direplikasi di daerah lainnya. Komoditas pertanian yang diekspor yang dikedepankan kali ini adalah produk olahan kelapa meliputi santan kelapa tujuan Jerman dengan volume 70 ribu kilogram senilai Rp1,6 miliar dan bubuk kelapa tujuan India dengan volume 108 ribu kilogram senilai Rp 1,2 miliar.

“Ini adalah ekspor yang luar biasa dan diharap dapat direplikasi diberbagai daerah karena kita adalah negeri rayuan pulau kelapa,” ungkap Menko Arilangga. (wan)

Pos terkait