Cara Meningkatkan Penjualan Selama Bulan Ramadan

meningkatkan penjualan selama ramadan
Ilustrasi. Xendit membagikan tips meningkatkan penjualan selama Ramadan. Foto: Pexels

BATAM (gokepri.com) – Bagi Anda yang punya bisnis jual beli, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan selama bulan Ramadan. Simak tips yang dibagikan Xendit berikut ini.

Perusahaan teknologi finansiao Xendit dalam siaran persnya mengungkapkan, tradisi buka puasa bersama dan mengirim bingkisan saat Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia masih terus dilakukan.

Hal ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan omzet penjualan.

HBRL

COO dan salah seorang pendiri Xendit Tessa Wijaya mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, tren kenaikan jumlah jumlah transaksi di sektor konsumtif pada setiap bulan Ramadhan menuju Idul Fitri.

“Sebagai referensi, pada tahun 2022 terjadi kenaikan jumlah transaksi lebih dari 150 persen, seiring dengan peningkatan total nominal transaksi di atas 50 persen,” ujarnya.

Berikut 5 tips yang dibagikan Xendit untuk meningkatkan omzet penjualan berdasarkan siaran pers yang dikutip Minggu 9 April 2023.

1. Promosi di jam sahur dan berbuka puasa

Penggunaan internet masyarakat Indonesia meningkat pada saat jam sahur, menunggu berbuka puasa atau ngabuburit dan berbuka puasa. Survei yang diadakan JakPat menunjukkan penggunaan internet akan meningkat saat sahur (93 persen) dan buka puasa (84 persen) karena orang mengakses ponsel sambil makan.

Waktu-waktu tersebut dimanfaatkan pelaku usaha untuk menggencarkan promosi dan berinteraksi dengan konsumen.

2. Promosi untuk bukber

Buka puasa bersama atau bukber menjadi momen rutin saat Ramadhan. Delapan dari 10 orang Indonesia, menurut JakPat, tertarik mengadakan bukber dengan keluarga atau teman.

Pelaku bisnis bisa memberikan promosi seperti diskon bukber ketika konsumen berbelanja dalam nominal tertentu.

3. Buat paket bingkisan

Survei JakPat menunjukkan ada 46 persen responden yang berencana meningkatkan alokasi anggaran untuk mengirim bingkisan Lebaran.

Untuk menjawab tren itu, pelaku usaha bisa membuat paket bingkisan Lebaran berisi produk-produk yang dikemas dengan cantik.

Pelaku usaha juga bisa berkolaborasi dengan merek lain untuk bingkisan Lebaran. Promosi khusus Ramadan seperti diskon, gratis ongkos kirim atau kustomisasi produk juga akan menarik bagi konsumen.

4. Konten terkait mudik

Saat musim mudik Lebaran, sektor pariwisata akan mendapatkan permintaan yang besar untuk transportasi dan akomodasi. Pelaku bisnis bisa memanfaatkan momen itu untuk membuat konten yang berkaitan dengan mudik atau membagikan hadiah yang berkaitan dengan mudik, seperti kupon untuk membeli tiket transportasi atau memesan akomodasi.

5. THR

Pekerja biasanya mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) beberapa pekan sebelum Idul Fitri, yang biasanya digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangga atau mudik.

Pakaian (88 persen) adalah barang yang paling diminati setelah masyarakat mendapatkan THR, diikuti dengan peralatan ibadah (66 persen) dan sepatu (60 persen).

Tren belanja yang meningkat setelah THR cair bisa dimanfaatkan pelaku bisnis untuk menawarkan produk bertema Lebaran, termasuk berkolaborasi dengan merek yang memiliki nuansa Ramadan.

Baca Juga: Aplikasi JualanPraktis Buka Peluang Berbisnis Online Tanpa Modal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: ANTARA

Pos terkait