Banjir Berulang di Batam karena Lemahnya Pencegahan

jalan di batam banjir
Jalan raya di depan Mega Mall Batam Center banjir setinggi betis orang dewasa. Selasa, 14 Februari 2023. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri) – Sejumlah wilayah di Batam menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan. Curah hujan tinggi ditambah buruknya sistem drainase dan minimnya pengawasan pematangan lahan menunjukkan lemahnya pencegahan banjir di kota ini.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat, mengkritisi kinerja Pemerintah Kota Batam dalam menangani banjir dan longsor. Menurut dia, respons dari Pemko Batam belum maksimal dalam menghadapi bencana tersebut yang telah menelan korban jiwa. “Dengan kondisi cuaca saat ini, Batam sekarang darurat longsor dan darurat banjir,” ujar Rohaizat pada Senin, 6 Maret 2023.

Ia menambahkan Pemko Batam harus memperketat izin cut and fill dan lalu lintas angkutan berat sesuai dengan prosedur dan undang-undang yang berlaku. Pasalnya, saat ini Batam sedang melakukan pelebaran jalan.

“Saya dukung dan apresiasi atas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemko dan BP Batam. Namun, masalah drainase, batu miring, dan izin cut & fill harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Selain itu, Rohaizat juga menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap wilayah yang rentan longsor, meski wilayah tersebut masih masuk dalam tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Ia memberi contoh wilayah Seibeduk yang harus mendapat perhatian serius.

“Jangan sampai terjadi longsor yang hebat di Bukit Kemuning beberapa tahun lalu, sehingga akses jalan tertutup,” tegasnya. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean, menilai banjir yang terjadi saat ini disebabkan oleh pengelolaan pematangan lahan yang kurang pengawasan. Hal ini menyebabkan erosi dan pengikisan tanah yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

“Pemko harus lebih memprioritaskan penanganan banjir agar bencana banjir di masa depan tidak terulang kembali,” katanya.

Werton menambahkan Pemko Batam juga memiliki Biaya Tak Terduga (BTT) yang bisa digunakan dalam penanggulangan bencana. Beberapa dinas juga turut menjalankan penanganan bencana alam, seperti Banjir Binamarga, Longsor Disperkimtan dan lainnya. “Di BPKAD ada dana BTT yang bisa digunakan,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: PENANGANAN BANJIR: Batam Bangun Drainase Induk Bertahap

Penulis: Engesti

Pos terkait