Batam (gokepri) – Pejabat Dinas Pendidikan Kepri berbeda sikap soal izin bagi sekolah mengikuti event turnamen futsal Istana Sport Cup 2023 Piala Kepala BP Batam.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam Nor Mohammad mengeluarkan izin rekomendasi kepada SMA dan SMK yang menyatakan boleh mengikuti turnamen tersebut. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung menolak mengeluarkan izin meski belakangan ia menyatakan tak melarang.
Menurut sumber gokepri di pemerintahan dan sekolah, Kepala Sekolah SMA dan SMK di Batam hanya mau mematuhi izin rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Andi Agung, bukan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Nor Mohammad. Kemudian pekan lalu, Kepala Sekolah menghubungi siswanya untuk memerintahkan mereka tidak dibolehkan turun pada event futsal tersebut karena menunggu arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Arahan dan izin rekomendasi dari kepala dinas tak kunjung keluar, kemudian panitia turnamen meminta izin ke Kantor Cabang Disdik Batam yang berlokasi di Batuaji.
Nor Muhammad angkat bicara setelah Andi Agung menyatakan ia tidak tahu ada izin rekomendasi untuk sekolah dari Kantor Disdik di Batam. Menunjukkan Surat Edaran nomor B/005/017/CABDIS-BTM/2023, Nor menyebut surat izin rekomendasi bagi sekolah sudah diberikan sebelum turnamen dimulai. Ia menyebut Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung tidak memberi izin.
“Panitia sudah mengurus izin tapi tidak dikeluarkan oleh Disdik Provinsi Kepri. Tidak dikasih izin oleh Andi Agung,” kata dia, Senin 27 Febuari 2023. Nor terang-terangan soal kejanggalan soal izin ini. Ia menilai keputusan tidak memberi izin tidak masuk akal karena izin serupa diberikan sejak 2019. Baru 2023, izin tidak dikeluarkan.
Ia kemudian menceritakan perjalanan panitia mengurus izin tersebut dan ia membela diri. “Kami enggak tahu alasan Disdik Provinsi tidak mengeluarkan izin. Panitia sudah pergi ke (Tanjungpinang) Pinang namun tidak keluar izinnya,” ungkap Nor. “Cabang Dinas-kan tugasnya membantu Disdik Provinsi. Sebenarnya Andi Agung yang tidak menghendaki kategori itu terealisasi. Bukan masalah surat dari saya. Mereka sudah minta tapi tidak dikeluarkan.”
Nor menjelaskan alasannya mengeluarkan izin rekomendasi setelah melalui pertimbangan meminta jaminan dari panitia. Cabang Disdik Kepri di Batam mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengeluarkan rekomendasi bagi para peserta Turnamen Futsal Piala Kepala BP Batam 2023.
Salah satunya panitia harus bisa menjamin turnamen tidak menganggu kegiatan belajar siswa di sekolah, serta menjamin keselamatan siswa selama turnamen berlangsung. “Intinya kalau disinggung mengenai ujian akhir hal itu sudah kami pertimbangkan. Kami hanya memberikan rekomendasi. Mau dilaksanakan atau tidak kembali ke pihak sekolah,” kata Nor.
Pada Senin pagi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Andi Agung menanggapi kabar tim futsal SMA dan SMK mundur dari turnamen futsal Istana Sport Piala Kepala BP Batam.
Andi menyatakan Dinas Pendidikan memberikan izin kepada sekolah untuk mengikuti turnamen tersebut tapi melalui Dinas Pendidikan Cabang Batam, meski izin tersebut dikeluarkan tanpa sepengetahuannya.
“Kami mendukung kok. Izin itu sudah dikeluarkan oleh Disdik Kepri Cabang Batam. Saya juga tidak tahu surat itu ada karena saya lagi di luar kota,” ungkap Andi Agung saat dihubungi, Senin 27 Februari 2023. Lalu ia menegaskan Dinas Pendidikan Kepri mendukung keikutsertaan SMA dan SMK dalam turnamen futsal tersebut, karena izin sudah dikeluarkan oleh Disdik cabang Batam dan surat dari Istana Sport juga sudah diterima oleh sekolah.
Ia mengaku tak ada komunikasi antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan Kantor Cabang Disdik di Batam mengenai surat izin itu. “Saya tidak tahu surat izin itu dikasih ke staf saya atau ke siapa saya tidak tahu. Yang jelas Dinas Pendidikan tidak melarang,” kata dia.
Namun, ia menambahkan jika semua sekolah SMA dan SMK memutuskan untuk menarik diri dari turnamen tersebut karena sedang mempersiapkan ujian, maka hal tersebut harus dihormati dan tidak mengganggu proses pembelajaran.
Pasalnya, ujian SMA dan SMK dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2023, sehingga satuan pendidikan harus memberikan prioritas pada persiapan ujian. Andi Agung menegaskan keputusan tersebut tidak harus diberikan oleh Dinas, karena merupakan keputusan satuan pendidikan yakni masing-masing sekolah.
Dinas Pendidikan Kepri tengah disorot setelah semua sekolah tingkat SMA dan SMK tiba-tiba memutuskan mundur dari turnamen futsal yang bertajuk Istana Sport Cup 2023 Piala Kepala BP Batam. Awalnya, Dinas Pendidikan Kepri tak juga mengeluarkan izin sekolah mengikuti turnamen dan izin kepada panitia. Padahal, Dinas Pendidikan bisa menerbitkan izin dengan segera pada turnamen yang sama pada September 2022.
Awalnya, kategori SMA dan SMK dibuka namun kemudian dibatalkan oleh panitia karena tim futsalnya mundur sebelum jadwal pertandingan 28 Februari 2023. Akhirnya, panitia hanya menggelar kategori umum dan SMP. Sebagian tim pelajar SMA dan SMK lalu memilih mengikuti kategori umum dan tidak membawa nama sekolahnya.
Sorotan terhadap Dinas Pendidikan Kepri bermunculan karena diduga ada keputusan bernuansa dukungan politik jelang pemilihan gubernur Kepri 2024 dalam peristiwa sekolah tak bisa ikut turnamen futsal BP Batam. Event ini meriah dan kompetitif, disaksikan ribuan pelajar pada laga final tahun lalu di Sporthall Temenggung Abdul Jamal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Jadi Tanda Tanya, Tim Futsal SMA/SMK Mendadak Mundur dari Piala Muhammad Rudi
Penulis: Engesti








