Presiden Jokowi Targetkan Investasi Rp1.650 Triliun di 2024

RUU daerah khusus jakarta
Gedung di DKI Jakarta, 5 Agustus 2021. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

JAKARTA (gokepri) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan target investasi yang mengalir ke Indonesia senilai Rp1.650 triliun pada tahun 2024, lebih tinggi dari target saat ini sebesar Rp1.400 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan target investasi Indonesia 2024 usai rapat terbatas di Kantor Presiden pada Senin (20/2/2023). Pertumbuhan ekonomi pada 2024 ditargetkan mencapai 5,3-5,7 persen yang akan didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Pemerintah juga menargetkan tingkat inflasi pada tahun 2024 dapat terjaga di bawah 4 persen, yaitu pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Airlangga mengatakan nilai tukar rupiah pada 2024 juga akan dijaga pada kisaran Rp14.800 hingga Rp15.400 per dolar Amerika Serikat, dengan tingkat suku bunga Surat Utang Negara 10 Tahun pada kisaran 6,5 hingga 7,4 persen. Pemerintah pun menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan ke level 6,5 hingga 7,5, juga gini ratio pada kisaran 0,36 hingga 0,37 dan tingkat pengangguran turun ke level 3,6 hingga 4,3.

HBRL

Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal pada tahun 2024 tetap antisipatif untuk mendukung perekonomian yang berdaya tahan. Salah satunya melalui implementasi Perppu Cipta Kerja dan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), juga UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD). Pemerintah juga akan melanjutkan transformasi melalui hilirisasi SDA, transisi energi, peningkatan SDM, pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta mendorong industri kendaraan listrik (EV).

“Bapak Presiden memberikan arahan khusus untuk fiskal sektor otomotif untuk mendorong EV industry agar kita tidak hanya berhenti di copper cathode saja atau prekursor, tetapi juga ekosistem otomotif. Bapak Presiden beri arahan agar kita mempersiapkan, bisa bersaing dengan negara lain seperti Thailand agar industri EV itu pindah ke Indonesia,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi sepanjang tahun 2022 mencapai Rp1.207,2 triliun atau naik 34 persen secara tahunan. Realisasi tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah.

Realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) pada tahun 2022 mencapai Rp654,4 triliun atau naik 44,2 persen secara tahunan. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 54,2 persen dari total realisasi investasi sepanjang Januari sampai dengan akhir Desember 2022. Sementara itu, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang tahun 2022 mencapai Rp552,8 triliun, tumbuh 23,6 persen dibandingkan dengan periode 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Princeton Digital Group Investasi Rp14,4 Triliun di Batam

Penulis: Candra Gunawan/Bisnis.com

Pos terkait