BATAM (gokepri) – Menjadi daerah penghasil ikan, Pemerintah Kota Batam malah akan mengimpor ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Langkah ini sudah mendapat persetujuan dari beberapa instansi seperti Dinas Perikanan, Bea Cukai, dan Karantina Hewan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, menjelaskan impor ikan dilakukan untuk mengendalikan harga ikan yang tidak stabil di Kota Batam.
“Sekarang sudah sistem penginputan online, jadi ini sudah diterima oleh Kementerian Perikanan, kita dapat dua. Sebelumnya, itu hanya untuk hotel dan restoran, tapi sekarang sedang diajukan untuk konsumtif umum,” ujar Gustian pada Jumat 17 Februari 2023.
Gustian menambahkan jenis ikan yang akan diimpor meliputi ikan benggol, ikan mata besar, dan beberapa jenis ikan lainnya. Ia berharap, impor ikan ini dapat mengendalikan harga ikan yang ada di Kota Batam.
“Pasokan ikan cukup, hanya harganya yang naik turun. Jadi, kami tak bisa mengendalikannya, maka inilah yang akan kami kendalikan,” tambahnya.
Dilansir dari Liputan6.com, Menurut Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Ridwan Effendy, pasokan ikan jenis tertentu yang biasa dikonsumsi masyarakat Batam mencapai 11.000 ton per tahun, namun pasokan yang tersedia jauh di bawah angka tersebut. Cuaca buruk juga turut memengaruhi pasokan ikan. “Kekurangan ikan yang biasa dikonsumsi masyarakat Batam,” ujar dia.
Jenis ikan yang akan diimpor terutama adalah ikan Benggol atau ikan Kembung dan ikan Mata Besar atau tuna mata besar. Ikan Benggol adalah ikan kecil dengan nilai ekonomis menengah yang cukup penting bagi nelayan lokal. Ikan ini biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin. Sementara itu, tuna mata besar adalah spesies ikan dari golongan tuna sejati yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan ikan konsumsi tangkapan penting dalam industri perikanan ataupun sebagai target penangkapan ikan rekreasi.
Sebagai perbandingan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2019, konsumsi ikan per kapita per bulan di Kepulauan Riau termasuk Kota Batam sebesar 22,31 kg. Kemudian menurut data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, produksi perikanan tangkap di Kota Batam mencapai sekitar 118.287 ton, yang menunjukkan peningkatan sebesar 8,87 persen dari tahun sebelumnya. Adapun produksi ikan di Provinsi Kepulauan Riau, yakni 2018 687.836 ton, 2019 759.607 ton, 2020 801.580 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Kendalikan Harga Pangan, Batam Datangkan Cabai dan Telur dari Lombok dan Kediri
Penulis: Engesti









