Siswa di Bintan Dilarang Bawa Lato-lato ke Sekolah

Ilustrasi. Siswa di Bintan dilarang bawa lato-lato ke sekolah. Foto: Gokepri.com/Asrul Rahmawati

BINTAN (gokepri.com) – Para siswa di Bintan dilarang bawa lato-lato ke sekolah. Larangan itu diberlakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan.

Larangan ini diberlakukan karena kehadiran mainan tradisional itu dikhawatirkan akan menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Lato-lato ini merupakan mainan berupa dua buah bola yDisdiang diikat tali. Cara bermainnya dengan membenturkan kedua bola tersebut dan menghasilkan bunyi-bunyian yang khas.

HBRL

Beberapa waktu terakhir permainan ini marak di kalangan anak-anak hingga remaja. Mainan ini banyak dijual di toko mainan hingga pedagang kaki lima di pinggir jalan. Harganya bervariasi antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menegah Pertama (SMP) Disdik Bintan Hosni mengtakan bermain lato-lato di lingkungan satuan pendidikan bisa memicu siswa malas belajar.

Selain itu bermain lato-lato juga mengganggu ketenteraman sekolah karena mainan itu menimbulkan suara berisik.

“Kami minta masing-masing satuan pendidikan mengawasi ketat, kalau ada siswa bawa lato-lato ke sekolah disita saja,” ujarnya, Rabu 18 Januari 2023.

Meski ada larangan terkait mainan lato-lato di sekolah, namun sejauh ini pihaknya belum menerima laporan soal siswa yang kedapatan membawa atau bermain lato-lato pada jam belajar di sekolah.

Hosni juga meminta para orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya yang bermain lato-lato usai jam sekolah.

Jangan sampai mainan tersebut menyebabkan siswa menjadi malas belajar di rumah atau mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Kalau di luar sekolah, kita punya tanggung jawab bersama mengawasi aktivitas anak-anak. Jika main lato-lato ini dirasa berdampak negatif bagi mereka, sebaiknya dilarang saja,” ucap Hosni.

Baca Juga: Permainan Lato-lato Tak Disarankan untuk Balita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait