Demi naik taksi daring, seorang turis rela mendorong troli penuh barang sampai keluar Bandara Hang Nadim. Kejadian langka nanjenaka, videonya tersiar kemana-mana. Belakangan jadi pembahasan serius.
Penulis: Engesti
Lelaki itu berkali-kali mendorong dan menarik troli putih penuh barang. Trolinya kesulitan jalan karena didorong di atas rumput. Berkali-kali pula lelaki bercelana pendek dan berkacamata itu merapikan kopernya yang jatuh dari troli.
Lokasi kejadian diketahui di jalan keluar masuk gerbang Bandara Hang Nadim Batam. Kejadiannya pada Rabu 4 Januari 2023. Aksi langka warga negara asing itu berhasil direkam seorang pria.
Dari rekaman 1 menit 6 detik itu, terungkap WNA itu mendorong troli penuh barang bawaannya dari dalam bandara sampai ke keluar Bandara Hang Nadim. Alasannya? demi naik taksi online atau taksi daring. Barangkali bule inilah orang pertama yang nekat membawa troli keluar bandara sampai ke pinggir jalan. “Bule ini boleh tahanlah, inilah perjuangan taksi online. Bule sampai bawa keluar troli bandara,” ujar suara perekam video tersebut.
Videonya turis itu tersiar kemana-mana dan viral. Di akhir rekaman, petugas aviation security atau avsec menjemput troli dengan mobil patroli.
Taksi online memang tidak diperbolehkan mengambil penumpang di area Bandara Hang Nadim. Sehingga terpaksa penumpang harus keluar jika memang memaksa untuk menggunakan jasa taksi online. Karena aturan itu, penumpang yang keluar dari area bandara sebenarnya sudah kerap terjadi. Hanya saja WNA ini nekat membawa troli tersebut.
Kejadian jenaka dan langka itu kini ditanggapi serius. Selain menunjukkan belum adanya jalan tengah antara taksi online dan taksi konvensional di bandara, juga menggambarkan lemahnya pengawasan bandara. “Kok bisa troli yang besar luput dari pandangan Avsec,” ujar Anggota DPRD Provinsi Kepri Muhammad Syahid Ridho, Kamis 5 Januari 2022.
Selain keheranan, Ridho menilai selama ini wisatawan yang berkunjung ke Batam minim informasi ketika tiba di Hang Nadim, termasuk soal menggunakan moda transportasi. “Harusnya ada fasilitas untuk transportasi online,” kata dia lagi.
Senada dengan Ridho, Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho menilai aksi turis tersebut bisa mencoreng citra pariwisata Batam karena tidak menunjukkan kemajuan perkotaan dengan kemudahan transportasi sekaligus lemahnya pengawasan bandara sebagai objek vital.
Ia menyarankan Bandara Hang Nadim harus mencontoh bandara yang ada di daerah lain yang notabenenya sudah memberikan restu adanya taksi online. “Kenapa bule itu lebih percaya taksi online. Karena sudah jelas arahnya, biayanya. Konsumen itu berhak memilih. Pihak bandara juga harus membuka diri, Lihat di Kuala Namu di Medan, ada kok taksi online,” kata dia.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan aksi WNA itu terpantau dari CCTV. Petugas melihat bule tersebut bingung.
Awalnya, pria tersebut mendatangi tempat lokasi damri berlagak kebingungan hilir mudik di dalam kawasan bandara. “Kami pikir mau menunggu jemputan hingga ke parkiran, tapi kiranya keluar dari bandara sehingga petugas menjemput troli tersebut,” kata Pikri.
Ia menjelaskan penumpang tidak diperbolehkan membawa troli hingga ke luar kawasan bandara. Namun dengan peristiwa ini, ia mengaku akan mengevaluasi layanan troli tersebut.
Termasuk juga akan mengevaluasi layanan transportasi dari Bandara Hang Nadim. “Ini bahan evaluasi ke depan memperbaiki demi kenyamanan penumpang,” bebernya.
Sedang soal taksi online tak boleh mengambil penumpang di area bandara, Pikri mengaku belum dapat berbuat banyak karena ada kontrak yang perlu disepakati. “Kami masih baru menyelesaikan kontrak yang ada, tidak mungkin memutus kontrak dengan operator taksi yang ada sekarang ini, kami menghormati kontrak yang belum habis tersebut,” pungkasnya.
Pikri berjanji BIB segera mengevaluasi layanan moda transportasi. Bukan taksi saja, tapi juga layanan Damri dan opsi transportasi lain. “Untuk mengambil keputusan tidak bisa terburu-buru sebab melibatkan antara kedua belah pihak,” ujar dia.
Adapun untuk pengaturan regulasi antara taxi bandara dan online sebenarnya beberapa tahun sebelumnya ada kesepakatan untuk titik zona penjemputan penumpang. “Dan regulasi tersebut diatur dengan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri,” ujar Pikri.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Junaidi menyebut aturan atau regulasi soal taksi masuk bandara ini sebenarnya sudah tertuang dalam Permenhub No 26 tahun 2017. Aplikator pun telah melakukan pembicaraan agar taksi daring bisa masuk ke kawasan itu. Namun nihil. “Aturannya sudah ada, aplikator juga mengajukan proposal cuma tinggal diskusi antara pihak bandara aplikator dan lainnya di sana,” kata dia, Kamis 5 Januari 2023.
Ia mengatakan seharusnya ada pembicaraan yang sehat antara pihak bandara, aplikator dan taksi pangkalan. Sebab menurutnya, Batam sebagai tujuan wisatawan dan investasi harus mulai mengetahui keinginan pasar. “Lihat bandara Halim Perdanakusuma itu. Ada taksi online dan konvensional, Hang Nadim ini kan bandara yang dikunjungi wisatawan internasional jangan sampai menjadi catatan buruk,” kata dia. Ia berharap pihak bandara bisa menemukan titik terang terkait taksi online dan taksi pangkalan agar tak menimbulkan masalah.
***
Baca Juga:
- Renovasi Bandara Hang Nadim Batam Dimulai
- Pembangkit Baru Solusinya?
- Pariwisata Bali setelah Tertatih-Tatih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









